close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
ilustrasi kesehatan mata, Foto/freepik
icon caption
ilustrasi kesehatan mata, Foto/freepik
Sosial dan Gaya Hidup
Sabtu, 18 Juli 2026 16:25

Jangan tunggu mata bermasalah, ini 8 tips menjaga kesehatan mata

Ketahui 8 tips menjaga kesehatan mata, mulai dari pola makan sehat hingga pemeriksaan rutin untuk mencegah gangguan penglihatan dan penyakit mata.
swipe

Mata bekerja hampir tanpa henti setiap hari, mulai dari membaca, bekerja di depan komputer, hingga menatap layar ponsel. Karena itu, kesehatan mata perlu dijaga agar fungsi penglihatan tetap optimal dan tidak mudah mengalami gangguan seiring bertambahnya usia.

Sayangnya, banyak orang baru menyadari kondisi matanya bermasalah ketika penglihatan mulai kabur atau muncul keluhan tertentu. Padahal, berbagai penyakit mata, seperti mata minus, katarak, glaukoma dan lainya, dapat berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala .

Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berisiko memengaruhi kualitas penglihatan hingga dapat menyebabkan kebutaan. Dilansir dari WebMD, Jumat (17/7), berikut ini 8 tips menjaga kesehatan mata.

1. Konsumsi sayur dan kacang-kacangan

Sayuran hijau dan kacang-kacangan mengandung berbagai nutrisi penting, seperti lutein, zeaxanthin, vitamin E, dan zinc yang berperan menjaga fungsi mata sekaligus membantu menurunkan risiko gangguan penglihatan akibat penuaan, seperti degenerasi makula dan katarak.

Karena itu, perbanyak konsumsi sayuran hijau, seperti bayam, kale, dan brokoli, serta berbagai jenis kacang-kacangan, seperti almond dan kacang kenari, sebagai bagian dari menu harian. Mengonsumsi makanan kaya nutrisi secara rutin tidak hanya membantu menjaga kesehatan mata, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

2. Rutin berolahraga

Olahraga secara teratur tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan jantung dan kebugaran tubuh, tetapi juga membantu menjaga kesehatan mata. Aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah sehingga oksigen dan nutrisi lebih mudah disalurkan ke jaringan mata, sekaligus membantu proses perbaikan sel yang mengalami kerusakan.

Selain itu, olahraga juga membantu menjaga berat badan tetap ideal dan menurunkan risiko diabetes tipe 2, salah satu penyebab utama gangguan penglihatan hingga kebutaan pada orang dewasa. Usahakan berolahraga setidaknya 150 menit setiap minggu atau sekitar 30 menit selama lima hari dalam sepekan.

3. Berhenti merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit mata, seperti katarak, degenerasi makula, hingga kerusakan saraf optik. Kandungan zat berbahaya dalam rokok juga dapat merusak sel-sel tubuh dan mempercepat penurunan fungsi penglihatan seiring bertambahnya usia.

Menghentikan kebiasaan merokok memang tidak mudah, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kesehatan mata maupun tubuh secara keseluruhan. Jika mengalami kesulitan berhenti, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pendampingan atau terapi yang sesuai.

4. Gunakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar Rruangan

Paparan sinar ultraviolet (UV) secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko kerusakan mata, termasuk katarak dan degenerasi makula. Risiko tersebut tetap ada meski cuaca sedang mendung karena sinar UV masih dapat menembus awan.

Karena itu, gunakan kacamata hitam yang mampu menghalau 100 persen sinar UV atau memiliki perlindungan UV400 saat beraktivitas di luar ruangan. Jika menggunakan lensa kontak dengan perlindungan UV, tetap disarankan memakai kacamata hitam sebagai perlindungan tambahan.

5. Gunakan pelindung mata saat bekerja

Cedera mata dapat terjadi saat bekerja di lingkungan yang memiliki risiko tinggi, seperti konstruksi, bengkel, pertambangan, pertanian, hingga laboratorium. Penggunaan kacamata pelindung dapat membantu mencegah mata terkena benturan maupun paparan bahan berbahaya.

Pelindung mata juga penting digunakan saat berolahraga yang berisiko menyebabkan cedera, seperti hoki, squash, atau lacrosse. Bagi pengguna kacamata, pertimbangkan menggunakan pelindung mata yang telah disesuaikan dengan lensa resep agar penglihatan tetap optimal.

6. Batasi paparan layar

Menatap layar komputer, laptop, atau ponsel terlalu lama dapat menyebabkan mata lelah, mata kering, penglihatan kabur, hingga sakit kepala. Kondisi ini terjadi karena frekuensi berkedip cenderung berkurang saat seseorang terlalu fokus menatap layar.

Untuk mengurangi keluhan tersebut, atur posisi layar sejajar dengan pandangan mata dan terapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik. Jangan lupa beristirahat sejenak setiap beberapa jam agar mata tidak bekerja terlalu keras.

7. Jaga kebersihan mata

Menjaga kebersihan mata merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah infeksi. Biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh area mata dan hindari berbagi handuk, alat rias, maupun lensa kontak dengan orang lain karena dapat meningkatkan risiko penularan kuman.

Bagi pengguna lensa kontak, gunakan selalu cairan pembersih yang baru, ganti wadah penyimpanan secara berkala, serta ikuti jadwal penggantian lensa sesuai anjuran. Kebiasaan ini dapat membantu menjaga kesehatan mata sekaligus mengurangi risiko iritasi maupun infeksi.

8. Rutin periksa kesehatan mata

Pemeriksaan mata secara berkala penting dilakukan meski tidak ada keluhan. Sejumlah penyakit mata, seperti glaukoma, dapat berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga sering kali baru diketahui setelah menyebabkan gangguan penglihatan.

Melalui pemeriksaan rutin, dokter dapat mendeteksi berbagai gangguan mata lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kondisinya semakin parah. Frekuensi pemeriksaan dapat disesuaikan dengan usia, riwayat kesehatan, maupun anjuran dokter spesialis mata.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan