Sosial dan Gaya Hidup

Benarkah menjadi orangtua membunuh cinta antara pasangan?

Punya anak kerap disebut-sebut jadi biang kerok menurunnya romantisme dan keintiman antara pasangan. Benarkah demikian?

Minggu, 26 Oktober 2025 17:38

Memasuki dunia sebagai orang tua sering dianggap sebagai puncak dari kehidupan berpasangan. Ada kebanggaan baru, ritme baru, juga tanggung jawab yang tak lagi bisa dibagi dua secara seimbang. Namun, di balik semua kebahagiaan itu, banyak pasangan diam-diam menghadapi pergeseran yang tak selalu mudah: perubahan dalam cara mereka mencintai satu sama lain.

Selama beberapa dekade, penelitian psikologi memberi hasil yang saling bertolak belakang tentang bagaimana kelahiran anak memengaruhi hubungan romantis. Beberapa studi menunjukkan bahwa menjadi orang tua justru mempererat ikatan karena pasangan memiliki tanggung jawab bersama dalam merawat anak. 

Namun demikian, ada pula temuan yang menyebutkan bahwa pasangan tanpa anak cenderung memiliki hubungan yang lebih stabil—karena beban emosional, kelelahan permanen, dan tekanan finansial sering kali mengikis keintiman. Selain itu, konteks budaya yang berbeda-beda memengaruhi dinamika pasangan di setiap negara.

Untuk menjawab kebingungan itu, sekelompok ilmuwan dari Universitas Wroclaw, Polandia, melakukan studi lintas budaya terbesar sejauh ini. Penelitian yang dipimpin oleh Agnieszka Zelazniewicz dan diterbitkan di jurnal Human Nature pada 24 Oktober 2025 ini berjudul “Is Family Size Related to Love? Data from 25 Countries.”

Tim tersebut menganalisis data dari lebih dari 3.100 partisipan di 25 negara, termasuk Australia, India, Brasil, Belgia, Rumania, hingga Vietnam. Dari jumlah itu, 82 persen peserta sudah menikah dan 18 persen lainnya sedang bertunangan.

Christian D Simbolon Reporter
Christian D Simbolon Editor

Tag Terkait

Berita Terkait