Penelitian itu dilakukan para peneliti dari Baylor University, New Mexico State University, Smithsonian Institution, dan tim internasional lainnya.
Selama beberapa dekade, banyak ilmuwan meyakini dinosaurus telah menyusut jumlah dan keanekaragamannya, jauh sebelum hantaman asteroid mengakhiri nasib mereka 66 juta tahun yang lalu. Namun, penelitian terbaru dalam jurnal Science mengubah pandangan tersebut. Dinosaurus ternyata tidak punah, tetapi justru berkembang pesat.
Penelitian itu dilakukan para peneliti dari Baylor University, New Mexico State University, Smithsonian Institution, dan tim internasional lainnya.
Di barat laut New Mexico, lapisan-lapisan batuan menyimpan kisah tersembunyi tentang sejarah Bumi. Di situs Naashoibito dari formasi Kirtland, para peneliti menemukan jejak kehidupan ekosistem dinosaurus yang masih berkembang pesat hingga sesaat sebelum tumbukan asteroid memusnahkan mereka.
“Dinosaurus dari Naashoibito hidup sezaman dengan spesies terkenal dari formasi Hell Creek di Montana dan Dakota,” kata profesor madya geosains di Baylor University Daniel Peppe, dikutip dari situs Baylor University.
“Mereka tidak sedang menurun, melainkan merupakan komunitas yang dinamis dan beragam.”