Kolom

BULOG dan penyerapan gabah/beras: Memetakan kecukupan infrastruktur dryer dan gudang

Panen raya 2026 menguji kapasitas dryer dan gudang BULOG. Serapan 4 juta ton terancam kendala infrastruktur.

Jumat, 13 Februari 2026 13:51

Puncak panen padi diperkirakan terjadi pada Maret 2026. Ini merujuk pada Kerangka Sampel Area BPS, 2 Februari 2026, bahwa produksi padi mencapai 9,29 juta ton gabah kering giling (GKG) dari panen seluas 1,71 juta ha. Februari 2026 sendiri, seperti diulas pada analisis 31 Januari 2026, telah memasuki panen raya. Diperkirakan panen besar bulanan tahun ini berlangsung lebih panjang dari tahun lalu: Februari–April 2026.

Ini kabar baik sekaligus warta buruk. Panen besar adalah kabar baik bagi pemerintah dan BULOG. Panen yang baik dan besar memungkinkan pemerintah mengulang swasembada beras seperti tahun lalu. Bagi BULOG, produksi yang besar memudahkan dalam mencapai target penyerapan 4 juta ton setara beras. Kabar buruknya, produksi gabah dalam jumlah besar bersamaan dengan musim penghujan menciptakan tantangan krusial.

Bagi BULOG dan mitranya, tugas seperti ini menciptakan kerumitan tersendiri. Pada puncak panen, produksi gabah melimpah. Penggilingan dan pedagang kewalahan. Bukan saja karena kapasitas mesin pengering (dryer) dan penggilingan terbatas, tetapi juga keterbatasan modal, terutama pada penggilingan padi skala kecil. Harga gabah di petani berpeluang terjun bebas. BULOG dan mitra harus menyerap dalam jumlah besar sebagai penyelamat agar harga tidak jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP): Rp6.500/kg GKP.

Masalahnya, infrastruktur dryer dan penggilingan BULOG terbatas. Saat ini BULOG memiliki 10 sentra pengolahan padi (SPP) dan 7 sentra pengolahan beras di berbagai wilayah. Tiap SPP dilengkapi dryer berkapasitas 120 ton GKP/hari dan 3 unit silo berkapasitas 6.000 ton. Dengan kapasitas giling 6 ton per jam dan asumsi kerja 10 jam sehari serta 25 hari/bulan, total produksi hanya 18 ribu ton/bulan atau 306 ribu ton beras/tahun. Angka ini hanya 7,65% dari target penyerapan atau 0,98% dari konsumsi nasional.

BULOG mau tidak mau menjalin kemitraan. Ada mitra pengadaan dan mitra makloon, jumlahnya sekitar 3.000-an mitra. Karena kapasitas penggilingan hampir empat kali kemampuan produksi gabah (Alimoeso, 2025), kapasitas giling gabah relatif tidak menjadi masalah. Yang krusial adalah kapasitas dryer. Tahun lalu, kapasitas dryer mitra makloon BULOG hanya berkisar 59 ribu ton hingga 77 ribu ton GKP/hari (BULOG, 2026). Tidak jelas apakah seluruhnya mesin pengering mekanis atau sebagian berupa pengering berbentuk lantai jemur.

Khudori Reporter
sat Editor

Tag Terkait

Berita Terkait