Udara Jakarta buruk karena cuaca dan proyek konstruksi

Salah satu titik proyek konstruksi yang mengakibatkan kualitas udara di Jakarta buruk adalah pembangunan trotoar di Jalan MH Thamrin.

Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7/2019). Berdasarkan data

Kualitas udara di Jakarta kondisinya kian memburuk. Penyebabnya karena du hal: cuaca dan proyek konstruksi di sejumlah titik di Ibu Kota. Klaim tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Andono Warih.

Menurut Andono, kualitas udara di Jakarta diketahui fluktuatif. Dua alasan yang menyebabkan kualitas udara di Ibu Kota buruk, pertama, karena cuaca. Saat musim kemarau membuat kondisi udara cenderung lebih buruk dibandingkan musim hujan. 

Faktor berikutnya, karena aktivitas di sekitar lingkungan Jakarta terkait adanya proyek konstruksi. Ini mengakibatkan perubahan dari hasil pengukuran kualitas udara. 

“Kalau ada aktivitas lokal yang tidak sepeti biasanya, misalkan ada proyek atau konstruksi di sekitar titik pengukuran, maka akan menghasilkan pengukuran yang lebih buruk,” kata Andono saat dihubungi di Jakarta, Kamis (25/7).

Aplikasi dan data pemantauan udara AirVisual menampilkan, kualitas udara Jakarta terlihat buruk. Berdasarkan data pada Kamis (25/7) sekitar pukul 15.30 WIB, AirVisual menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai 155.