BPN khawatir Metro TV manipulasi pernyataan Prabowo-Sandi

Dalam laporan tahunannya, Komisi Penyiaran Indonesia menyebut pemberitaan Metro TV kerap tidak berimbang.

Pemimpin redaksi Metro TV Don Bosco Selamun (tengah kanan) bersama para presenter Metro TV. Foto Instagram @metrotvnewsroom

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Faldo Maldini membenarkan kubunya melayangkan keberatan atas dipilihnya Metro TV sebagai penyiar debat Pilpres 2019. Faldo khawatir, Metro TV memanipulasi pernyataan-pernyataan pasangan jagoannya di debat nanti. 

"Karena debat keempat nanti, kita khawatir running text-nya beda dengan yang disampaikan oleh Pak Sandi dan Pak Prabowo," kata Faldo dalam sebuah diskusi di Universitas Atmajaya, Jakarta Pusat, Jumat (22/3). 

Dalam laporan tahunannya, Komisi Penyiaran Indonesia menyebut pemberitaan Metro TV kerap tidak berimbang. "Metro TV jauh dari  prinsip independensi dan netralitas," kata Wakil Ketua KPI S Rahmat Arifin. 

Faldo mengamini laporan tahunan KPI itu. "Kalau kita sih memang paling penting ada perasaan (ketidakberimbangan) seperti itu. Karena berita yang tidak berimbang," ujarnya. 

Namun demikian, Faldo mengatakan BPN sudah menyerahkan semua keputusan terkait layak atau tidaknya Metro TV sebagai penyiar debat ke Dewan Pers dan KPI. "Pada prinsipnya kita serahkan saja. Ada Dewan Pers, ada KPI. Silakan saja dianalisis," ujarnya.