Iran menyatakan pelabuhannya siap memberi layanan kapal di Selat Hormuz di tengah ketegangan maritim dengan AS.
Iran menyatakan pelabuhan-pelabuhannya siap memberikan berbagai layanan pendukung bagi kapal yang beroperasi di Selat Hormuz dan perairan regional di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait jalur pelayaran strategis tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran melalui pesan resmi kepada para komandan kapal komersial yang beroperasi di kawasan tersebut, dikutip dari Anadolu Ajansi, Kamis (5/4). Pesan itu kemudian disiarkan melalui jaringan komunikasi maritim dan sistem radio Very High Frekuesi (VHF) sebanyak tiga kali sehari selama tiga hari.
Menurut pesan tersebut, pemerintah Iran menegaskan seluruh kapal yang melintas di wilayah perairannya dapat memperoleh berbagai layanan apabila dibutuhkan, mulai dari logistik, bahan bakar, bantuan medis, hingga dukungan teknis dan material perawatan kapal.
Langkah ini dilakukan di tengah memanasnya situasi di Selat Hormuz setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran sejak 13 April lalu. Washington menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Iran di jalur pelayaran yang menjadi salah satu rute energi terpenting dunia itu.
Meski gencatan senjata sempat berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan damai permanen. Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu baru.