Iran menyalahkan AS atas gagalnya perundingan damai, menyebut tuntutan berlebihan Washington jadi penghambat kesepakatan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menyalahkan Amerika Serikat atas kegagalan putaran terbaru perundingan damai di Timur Tengah, meski sebelumnya sempat menunjukkan kemajuan. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungannya ke Rusia dan bertemu Presiden di Saint Petersburg dalam rangkaian diplomasi intensif Iran di tengah konflik kawasan yang belum mereda Senin (27/4).
“Pendekatan AS menyebabkan putaran sebelumnya, meskipun ada kemajuan, gagal mencapai tujuannya karena tuntutan yang berlebihan,” ujar Araghchi.
Melansir Channerl Asia News, Selasa (28/4), Ia menegaskan bahwa sikap Washington menjadi penghambat utama tercapainya kesepakatan, meskipun jalur komunikasi masih terbuka.
Kunjungan Araghchi ke Rusia merupakan bagian dari shuttle diplomacy Iran, setelah sebelumnya ia mengunjungi Pakistan dan Oman. Pakistan sendiri menjadi mediator utama dalam satu-satunya pertemuan Iran-AS sebelumnya, meskipun berakhir tanpa hasil konkret. Harapan untuk melanjutkan negosiasi sempat muncul, tetapi rencana kunjungan utusan AS ke kawasan dibatalkan oleh Donald Trump.
Trump menyatakan bahwa jika Iran ingin melanjutkan dialog, mereka dapat langsung menghubungi Washington.