close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Abbas Araghchi (kiri) dan Vladimir Putin (kanan). Foto: X/@araghchi.
icon caption
Abbas Araghchi (kiri) dan Vladimir Putin (kanan). Foto: X/@araghchi.
Peristiwa
Selasa, 28 April 2026 15:53

Iran tuding AS jadi penyebab gagalnya perundingan damai Timur Tengah

Iran menyalahkan AS atas gagalnya perundingan damai, menyebut tuntutan berlebihan Washington jadi penghambat kesepakatan.
swipe

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menyalahkan Amerika Serikat atas kegagalan putaran terbaru perundingan damai di Timur Tengah, meski sebelumnya sempat menunjukkan kemajuan. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungannya ke Rusia dan bertemu Presiden di Saint Petersburg dalam rangkaian diplomasi intensif Iran di tengah konflik kawasan yang belum mereda Senin (27/4).

“Pendekatan AS menyebabkan putaran sebelumnya, meskipun ada kemajuan, gagal mencapai tujuannya karena tuntutan yang berlebihan,” ujar Araghchi. 

Melansir Channerl Asia News, Selasa (28/4), Ia menegaskan bahwa sikap Washington menjadi penghambat utama tercapainya kesepakatan, meskipun jalur komunikasi masih terbuka.

Kunjungan Araghchi ke Rusia merupakan bagian dari shuttle diplomacy Iran, setelah sebelumnya ia mengunjungi Pakistan dan Oman. Pakistan sendiri menjadi mediator utama dalam satu-satunya pertemuan Iran-AS sebelumnya, meskipun berakhir tanpa hasil konkret. Harapan untuk melanjutkan negosiasi sempat muncul, tetapi rencana kunjungan utusan AS ke kawasan dibatalkan oleh Donald Trump.

Trump menyatakan bahwa jika Iran ingin melanjutkan dialog, mereka dapat langsung menghubungi Washington. 

“Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kita, atau mereka bisa menghubungi kita. Kita punya saluran yang aman,” ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan pembatalan kunjungan tersebut tidak berarti konflik akan kembali meningkat dalam waktu dekat.

Dalam pertemuan bilateral di Rusia, Putin dan Araghchi menegaskan komitmen terhadap hubungan strategis kedua negara. Putin bahkan menjanjikan dukungan Moskow terhadap upaya perdamaian, dengan menyatakan bahwa Rusia akan melakukan segala sesuatu yang melayani kepentingan Iran agar perdamaian dapat tercapai.

Di sisi lain, Araghchi menyebut konflik yang melibatkan Iran dengan AS dan Israel justru menunjukkan kekuatan Iran di mata dunia serta stabilitas sistem pemerintahannya.

Meski demikian, kondisi domestik Iran dilaporkan menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat akibat konflik berkepanjangan dan sanksi internasional. Sejumlah warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup di tengah ketidakpastian ekonomi.

Di tengah kebuntuan negosiasi, Iran disebut masih membuka jalur komunikasi tidak langsung. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah mengirimkan pesan tertulis kepada AS melalui Pakistan. Pesan tersebut berisi sejumlah garis merah Iran, termasuk terkait program nuklir dan kendali atas Selat Hormuz.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan