close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Bendera Iran dan AS. Alinea.id/dibuat oleh AI.
icon caption
Ilustrasi Bendera Iran dan AS. Alinea.id/dibuat oleh AI.
Peristiwa
Senin, 13 April 2026 14:37

AS dan Iran gagal capai kesepakatan usai negosiasi 21 jam di Pakistan

AS dan Iran gagal capai kesepakatan usai negosiasi 21 jam di Pakistan, membuat kelanjutan gencatan senjata dan stabilitas kawasan belum pasti.
swipe

Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diinisiasi Pakistan gagal mencapai kesepakatan.   Negosiasi panjang selama 21 jam di Islamabad itu belum mampu meredakan ketegangan di kedua negara tersebut.

Dilansir dari Al-Jazeera, Senin (13/4), delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran diwakili Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dalam perundingan yang berlangsung di Islamabad.

Perundingan tersebut digelar di tengah masa gencatan senjata selama dua pekan antara kedua negara yang sedang berkonflik. Pembicaraan dimulai pada Sabtu (11/4) dan berlangsung selama 21 jam secara maraton.

Namun, perundingan akhirnya berakhir tanpa kesepakatan. Vance menyebut pembicaraan mencakup berbagai isu krusial, termasuk komitmen Iran terkait program nuklirnya.

“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu lebih merupakan kabar buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” ujar Vance.

Ia juga menegaskan bahwa Iran memilih tidak mengikuti syarat - syarat yang diajukan terutama terkait tuntutan AS agar Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir maupun teknologi pendukungnya.

“Kami perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir dan tidak akan mencari sarana yang memungkinkan mereka dengan cepat mewujudkan senjata nuklir,” tambahnya.

Sementara itu , Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kegagalan mencapai kesepakatan dalam satu pertemuan sudah diperkirakan sejak awal.

“Sejak awal, secara alami kita tidak seharusnya berharap mencapai kesepakatan dalam satu pertemuan. Tidak ada yang memiliki ekspektasi seperti itu,” kata juru bicara Esmaeil Baghaei.

Ghalibaf juga menilai AS belum mampu membangun kepercayaan terhadap Iran dalam perundingan tersebut.

“Amerika Serikat telah memahami logika dan prinsip Iran, dan sekarang saatnya bagi mereka untuk memutuskan apakah mereka bisa mendapatkan kepercayaan kami atau tidak,” ujarnya.

Selain isu nuklir, perundingan turut membahas sejumlah topik lain, seperti kontrol Selat Hormuz, keamanan kawasan, hingga tuntutan Iran terkait pencairan aset dan kompensasi perang.

Di sisi lain, Israel yang merupakan sekutu AS menolak menghentikan serangan terhadap kelompok Hezbollah di Lebanon. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan operasi militer akan terus berlanjut.

“Israel di bawah kepemimpinan saya akan terus melawan rezim teror Iran dan para proksinya,” katanya.

Lebih lanjut, Pakistan sebagai mediator pun mendorong kedua pihak tetap melanjutkan dialog demi mencapai perdamaian jangka panjang.

“Kami berharap kedua pihak terus melanjutkan dengan semangat positif untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan kemakmuran bagi seluruh kawasan dan sekitarnya,” ujar Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar.

Hingga kini, kelanjutan gencatan senjata masih belum pasti, sementara konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari terus menimbulkan korban jiwa dan kerusakan luas, serta memicu kekhawatiran krisis energi global akibat ketegangan di Selat Hormuz.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
Haidhar Ali Faqih
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan