close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden AS Donald Trump. ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria.
icon caption
Presiden AS Donald Trump. ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria.
Peristiwa
Selasa, 28 April 2026 16:32

Trump isyaratkan tolak proposal Iran, negosiasi masih buntu

Trump memberi sinyal menolak proposal Iran soal Selat Hormuz, sementara negosiasi damai masih buntu dan penuh ketidakpastian arah.
swipe

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan tidak akan menerima proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang, meski rencana tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dilansir dari Anadolu Ajansi, Selasa (28/4), sikap itu disampaikan Trump dalam pertemuan dengan pejabat tinggi keamanan nasional AS. Dalam pembahasan tersebut, trump lebih condong untuk tidak menerima proposal yang dikirim Iran dalam beberapa hari terakhir.

Rencana dari Teheran disebut menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital energi global. Namun, isu krusial terkait program nuklir Iran akan dibahas dalam tahap negosiasi lanjutan.

Sejumlah pejabat AS masih meragukan proposal tersebut, terutama karena adanya perbedaan pandangan di internal kepemimpinan Iran. Mereka juga belum memastikan siapa yang memiliki otoritas akhir dalam menyepakati perjanjian.

Meski demikian, secara terbuka Trump juga menunjukkan keraguan untuk kembali melanjutkan serangan militer AS terhadap Iran. Operasi militer saat ini masih dihentikan sementara setelah gencatan senjata diperpanjang pekan lalu.

Pemerintah Gedung Putih belum memberikan rincian lebih lanjut terkait arah dan bentuk negosiasi yang tengah berlangsung.

“Ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif dan AS tidak akan bernegosiasi melalui pers. Seperti yang telah dikatakan presiden, Amerika Serikat memegang kendali dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika, tidak pernah mengizinkan Iran untuk memiliki senjata nuklir,” ujar juru bicara Gedung Putih Olivia Wales.

Situasi ini menunjukkan proses diplomasi antara AS dan Iran masih jauh dari kata final. Ketidakpastian arah negosiasi serta perbedaan kepentingan kedua pihak membuat peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat masih belum jelas.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan