Kepadatan kapal nelayan di Muara Angke menjadi alarm serius atas keterbatasan kapasitas pelabuhan dan risiko keselamatan pelayaran.
Kepadatan kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena berdampak langsung terhadap keselamatan pelayaran serta menghambat aktivitas bongkar muat di kawasan pelabuhan.
Kepadatan kapal dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari cuaca ekstrem yang membatasi aktivitas melaut, persoalan dokumen perizinan kapal, hingga banyaknya kapal yang bersandar untuk menjalani perbaikan. Kondisi tersebut menyebabkan arus keluar-masuk kapal nelayan tersendat dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Menanggapi situasi itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menambah daya tampung pelabuhan perikanan di Jakarta Utara.
“Pemerintah DKI Jakarta segera memperluas pelabuhan yang ada dengan menambah kapasitas. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita bangun untuk menampung sekitar 500 hingga 600 kapal tambahan,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Kamis (29/1).
Pramono juga mengungkapkan telah meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna menangani persoalan kepadatan kapal tersebut secara terpadu.