close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Suasana pelabuhan Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (27/11). Alinea.id/Kudus Purnomo Wahidin.
icon caption
Suasana pelabuhan Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (27/11). Alinea.id/Kudus Purnomo Wahidin.
Peristiwa
Jumat, 30 Januari 2026 19:42

Viral Muara Angke padat kapal, pelabuhan dinilai sudah tak ideal

Kepadatan kapal nelayan di Muara Angke menjadi alarm serius atas keterbatasan kapasitas pelabuhan dan risiko keselamatan pelayaran.
swipe

Kepadatan kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena berdampak langsung terhadap keselamatan pelayaran serta menghambat aktivitas bongkar muat di kawasan pelabuhan.

Kepadatan kapal dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari cuaca ekstrem yang membatasi aktivitas melaut, persoalan dokumen perizinan kapal, hingga banyaknya kapal yang bersandar untuk menjalani perbaikan. Kondisi tersebut menyebabkan arus keluar-masuk kapal nelayan tersendat dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Menanggapi situasi itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menambah daya tampung pelabuhan perikanan di Jakarta Utara.

“Pemerintah DKI Jakarta segera memperluas pelabuhan yang ada dengan menambah kapasitas. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kita bangun untuk menampung sekitar 500 hingga 600 kapal tambahan,” ujar Pramono di Jakarta Timur, Kamis (29/1).

Pramono juga mengungkapkan telah meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna menangani persoalan kepadatan kapal tersebut secara terpadu.

Sementara itu, pengamat sektor perikanan dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Niko Amrullah, menilai kepadatan kapal di Pelabuhan Muara Angke menandakan kapasitas pelabuhan sudah tidak lagi memadai untuk menopang aktivitas perikanan.

“Kepadatan ini menunjukkan kapasitas pelabuhan yang tidak sebanding dengan jumlah kapal, terutama saat cuaca buruk. Langkah pemerintah daerah untuk memperbaiki dan memperluas pelabuhan patut diapresiasi agar tidak terus terjadi kelebihan kapasitas,” ujar Niko, kepada Alinea.id. 

Sebelumnya, kepadatan kapal di Pelabuhan Muara Angke viral di media sosial melalui unggahan akun Instagram @vlogwargajkt pada Selasa (27/1/2026). Dalam video tersebut, armada nelayan tampak berdesakan dan tersusun tidak beraturan hingga menutup alur keluar-masuk pelabuhan.

Tokoh masyarakat nelayan Muara Angke, James Willing, menyatakan bahwa keluhan mengenai kepadatan kapal sebenarnya telah lama disampaikan kepada pihak pengelola pelabuhan. Namun, hingga kini persoalan tersebut belum sepenuhnya tertangani.

img
Kudus Purnomo Wahidin
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan