Peristiwa

Krisis ekonomi Indonesia bisa terjadi pada 2026 dan 2027

Menghadapi tantangan demikian, sejauh ini Pemerintahan Prabowo tampak tidak bersiap. Tidak ada “sense of crisis”, dan bahkan kebijakan ekonomi Pemerintah masih mudah berubah.

Senin, 29 Desember 2025 20:38

Ekonom Senior Bright Institute Awalil Rizky menilai, kondisi terkini perekonomian Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Pemburukan kondisi diprakirakan masih berlanjut pada 2026. Bahkan, terjadi peningkatan risiko alami resesi pada semester dua dan pada 2027.

Kondisi makroekonomi yang dicermati tampak tidak membaik. Pertumbuhan ekonomi masih seperti pola normalnya satu dekade ini, tumbuh kisaran 5% dengan mengandalkan konsumsi rumah tangga. Inflasi masih terkendali, namun cukup tinggi pada komponen makanan. Meski tingkat pengangguran menurun, keadaan ketenagakerjaan secara umum memburuk. 

"Pertumbuhan ekonomi kemungkinan masih kisaran 5%, namun berisiko turun hingga kisaran 2,5%. Fenyebabnya antara lain karena konsumsi rumah tangga terus menurun. Terutama disebabkan oleh pendapatan pekerja yang menurun, seiring dengan meningkatnya PHK dan informalisasi pekerjaan," kata dia dalam keterangan resminya.

Komponen Pembentukan Modal tetap Bruto (investasi) dan ekspor untuk mengkompensasinya, juga belum memperlihatkan petanda yang memadai. Keduanya hanya mampu tumbuh sesuai lintasan normalnya. Jika keduanya melambat, maka menambah risiko pertumbuhan ekonomi hanya 2,5%.

Kondisi tansaksi internasional Indonesia memburuk pada 2025 dan kemungkinan akan berlanjut pada 2026. Defisit Neraca Pembayaran Indonesia dan komponen Transaksi Finansial yang jarang terjadi telah dialami pada 2025, dan kemungkinan berlanjut pada 2026. 

Sahputra Reporter
Sahputra Editor

Tag Terkait

Berita Terkait