Peristiwa

Mudik 2026 dibayangi krisis energi dan keselamatan

Ketergantungan BBM dan pemangkasan pengawasan transportasi dinilai meningkatkan risiko saat arus mudik Lebaran.

Rabu, 11 Maret 2026 16:59

Ketergantungan tinggi Indonesia pada bahan bakar minyak (BBM) di sektor transportasi dinilai berpotensi menimbulkan kerentanan energi menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pada saat yang sama, pemangkasan anggaran pengawasan transportasi juga dikhawatirkan dapat berdampak pada menurunnya aspek keselamatan perjalanan masyarakat.

Akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata sekaligus Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengatakan sistem transportasi nasional saat ini masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi dan energi fosil.

“Indonesia saat ini masih mengimpor energi. Konsumsi minyak nasional mencapai sekitar 1,7 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya sekitar 860.000 barel per hari,” ujar Djoko, dikutip Rabu (11/3).

Menurut dia, kondisi tersebut membuat sektor transportasi menjadi konsumen energi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2025, sektor transportasi menyerap sekitar 52% konsumsi BBM nasional atau setara 276,6 juta barel.

Djoko menilai dominasi kendaraan pribadi menjadi penyebab utama tingginya konsumsi energi di sektor transportasi. Ia mengutip data Kementerian ESDM yang menunjukkan bahwa sekitar 93% penggunaan BBM berasal dari kendaraan pribadi.

Haidhar Ali Faqih Reporter
sat Editor

Tag Terkait

Berita Terkait