Dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Penyerahan bantuan dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, Kamis (6/8/2026), sebagai bagian dari percepatan pemulihan mata pencaharian masyarakat pascabencana.
Pulihkan 15 Ribu Hektare Tambak di Aceh, Bantuan Perikanan Mulai Disalurkan
Pemulihan ekonomi masyarakat pesisir terdampak bencana di Aceh ikut menjadi perhataian Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) lewat penyaluran berbagai dukungan sektor kelautan dan perikanan untuk membantu petambak, pembudi daya, nelayan, hingga pengolah hasil perikanan kembali menjalankan usahanya.
Dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Penyerahan bantuan dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, Kamis (6/8/2026), sebagai bagian dari percepatan pemulihan mata pencaharian masyarakat pascabencana.
Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Enggar Sadtopo, mengatakan dukungan tersebut diarahkan untuk menggerakkan kembali aktivitas produksi masyarakat. Bantuan yang disalurkan meliputi 20 paket peralatan pengolahan ikan dan 57 unit kotak pendingin (cool box), serta benih dan paket pakan udang untuk mendukung pemulihan tambak seluas 1.450 hektare di Aceh Utara dan 271 hektare di Lhokseumawe.
Dukungan juga menjangkau sektor perikanan tangkap dan usaha garam. Khusus di Aceh Utara, pemerintah menyerahkan 20 unit mesin kapal berkapasitas 30 PK dan 155 unit alat penangkapan ikan bagi nelayan terdampak. Selain itu, sebanyak 171 unit dapur perebusan garam disalurkan guna membantu petambak garam memulihkan kegiatan produksi dan sumber penghasilannya.