Pertemuan tersebut menjadi forum sinkronisasi program dan pertukaran data guna memastikan pelaksanaan kegiatan pemerintah serta inisiatif filantropi berjalan selaras dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat terdampak.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana. Melalui penyelarasan data, pembagian peran, dan koordinasi yang terpadu, setiap program pemerintah maupun mitra diharapkan saling melengkapi sehingga pemulihan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi dan audiensi antara Satgas PRR dengan Yayasan Kitabisa di Posko Nasional Satgas PRR, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (20/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum sinkronisasi program dan pertukaran data guna memastikan pelaksanaan kegiatan pemerintah serta inisiatif filantropi berjalan selaras dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat terdampak.
Dalam kesempatan itu, Yayasan Kitabisa memaparkan pengalaman sebagai platform penggalangan dana digital yang telah memfasilitasi donasi lebih dari Rp6 triliun. Untuk penanganan bencana di Aceh, yayasan tersebut telah menghimpun dana sekitar Rp74 miliar dengan dukungan lebih dari 2.000 fundraiser dan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penyediaan dapur umum serta layanan air bersih.
Selain itu, melalui program Ekspedisi Kitabisa, yayasan menjalankan berbagai kegiatan pemulihan, antara lain penyediaan air bersih, layanan psikososial, edukasi kebencanaan, pembangunan ruang komunal, sekolah, serta rencana pembangunan empat jembatan di sejumlah wilayah prioritas. Yayasan juga memiliki dukungan armada operasional berupa ambulans, kendaraan pendukung, serta jejaring key opinion leader untuk memperluas edukasi dan informasi kepada masyarakat.
Ketua Tim Data Posko Satgas PRR Kolonel Inf. Tamimi Hendra Kesuma mengatakan Satgas PRR mendorong seluruh mitra pembangunan menyelaraskan program dengan pemerintah agar setiap intervensi saling menguatkan dan tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan di lapangan.