Peristiwa

Seberapa kuat efek Jokowi untuk PSI?

Manuver Jokowi membantu PSI dinilai sebagai relasi saling menguntungkan untuk menjaga pengaruh politik jelang Pemilu 2029.

Senin, 02 Februari 2026 20:37

Pernyataan Joko Widodo yang menyatakan siap turun langsung ke daerah untuk membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghadapi Pemilu 2029 memunculkan spekulasi soal arah dan posisi politiknya pascapresidensi. Langkah ini dinilai bukan semata aktivitas kampanye, melainkan sinyal relasi politik yang bersifat saling menguntungkan.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai dari sudut pandang PSI, keterlibatan Jokowi memiliki nilai strategis yang signifikan. Sebagai figur nasional dengan tingkat pengenalan publik yang masih tinggi, Jokowi dinilai mampu meningkatkan visibilitas dan daya tarik PSI, terutama di daerah yang selama ini bukan basis elektoral utama partai tersebut.

“Bagi PSI, Jokowi adalah aset simbolik yang bisa mendongkrak elektoral. Figur ini dapat mempercepat pengenalan partai dan membuka akses ke segmen pemilih tertentu,” ujar Arifki, Senin (2/2). 

Namun, menurut Arifki, relasi ini tidak bersifat sepihak. Jokowi juga memiliki kepentingan untuk tetap berada dalam orbit politik nasional setelah tak lagi menjabat presiden. Dalam konteks tersebut, PSI dapat berfungsi sebagai kendaraan politik yang memberi ruang pengaruh sekaligus menjaga posisi tawar Jokowi menjelang kontestasi 2029.

“PSI memberi Jokowi kanal politik tanpa harus masuk ke partai besar atau berada dalam struktur pemerintahan. Ini relasi yang lazim dalam praktik politik,” kata Arifki.

Kudus Purnomo Wahidin Reporter
sat Editor

Tag Terkait

Berita Terkait