Peristiwa

Temuan biaya tersembunyi sistem pangan jadi masukan untuk kebijakan nasional

Pemerintah menilai temuan biaya tersembunyi sistem pangan oleh KSPL sebagai masukan penting bagi perbaikan kebijakan pangan nasional.

Selasa, 27 Januari 2026 17:08

Pemerintah mengapresiasi kajian Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) terkait besarnya biaya tersembunyi (hidden cost) dalam sistem pangan Indonesia yang mencapai ribuan triliun rupiah. Temuan tersebut dinilai menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sistem pertanian dan pangan nasional.

Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kemenko Pangan, Sugeng Harmono, menyebut hasil riset tersebut cukup mengejutkan, terutama dari sisi besaran angka biaya tersembunyi yang selama ini tidak tercermin dalam harga pangan.

“Angkanya cukup mengejutkan, minimal bagi saya. Ini tentu menjadi bahan masukan bagi kami di pemerintahan untuk perbaikan tata kelola sistem pertanian dan pangan di Indonesia,” ujar Sugeng dalam forum peluncuran kajian tersebut, Selasa (27/2).

Pernyataan Sugeng merespons temuan Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) yang mengungkap besarnya biaya tersembunyi dalam sistem pangan Indonesia. Dalam working paper Hidden Cost of Indonesia’s Food System, KSPL memperkirakan total biaya tersembunyi sistem pangan nasional mencapai US$210,7 miliar hingga US$622,3 miliar, atau setara Rp3.560 triliun sampai Rp10.510 triliun.

Biaya tersebut mencakup dampak kesehatan, lingkungan, dan sosial yang selama ini tidak tercermin dalam harga pangan di pasar, mulai dari meningkatnya beban penyakit terkait pola konsumsi tidak sehat, kerusakan lingkungan akibat praktik pertanian yang tidak berkelanjutan, hingga ketimpangan struktur kepemilikan lahan yang memperburuk kesejahteraan petani.

Haidhar Ali Faqih Reporter
sat Editor

Tag Terkait

Berita Terkait