Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan air Iran jika negosiasi gagal, meski pembicaraan disebut masih berlangsung.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri serangan gabungan AS-Israel menunjukkan perkembangan. Namun, ia memperingatkan bahwa infrastruktur energi Iran akan dihancurkan jika kesepakatan tidak segera tercapai.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial Truth social pada Senin (30/3), di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
“Jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, yang kemungkinan besar akan terjadi, dan jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk beroperasi, kami akan mengakhiri ‘kehadiran’ kami di Iran dengan meledakkan dan sepenuhnya menghancurkan seluruh pembangkit listrik, sumur minyak, dan Pulau Kharg mereka (dan mungkin juga semua fasilitas desalinasi!),” tulis Trump.
Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat tengah melakukan pembicaraan serius dengan rezim baru yang lebih rasional di Iran untuk mengakhiri operasi militer. Ia juga menyebut adanya kemajuan besar dalam negosiasi tersebut.
Namun, Trump menegaskan bahwa jika kesepakatan tidak segera tercapai dan Selat Hormuz tidak kembali dibuka, Amerika Serikat akan mengambil langkah militer yang lebih ekstrem.