Trump siapkan pengawalan militer dan asuransi kapal di Selat Hormuz di tengah ancaman Iran dan lonjakan harga energi global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS siap melindungi kapal-kapal yang melintas di Timur Tengah jika diperlukan guna menjaga stabilitas pasokan energi global di tengah memanasnya konflik AS-Israel dengan Iran.
Pernyataan itu muncul di tengah situasi genting di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang biasa dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, yang kini hampir tidak ada aktivitas kapal karena meningkatnya risiko serangan. Ketegangan di kawasan meningkat setelah Garda Revolusi Iran mengatakan akan menyerang dan membakar kapal apa pun yang mencoba melewati selat tersebut.
Melalui media sosial, Trump menyatakan pemerintah Amerika Serikat akan menyediakan asuransi risiko dengan harga yang sangat wajar bagi seluruh perusahaan pelayaran yang beroperasi di kawasan tersebut. Menurut dia, langkah itu ditempuh untuk memastikan aliran energi ke berbagai negara tetap lancar dan tidak terganggu oleh eskalasi situasi keamanan.
Melansir BBC, Rabu (4/3), ketegangan di kawasan Teluk persia itu kian meningkat setelah seorang pejabat Iran, pada Senin, melontarkan ancaman akan membakar kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Sejumlah laporan juga menyebutkan militer Iran telah menembaki beberapa kapal di wilayah tersebut.
Akibat eskalasi tersebut, sejumlah perusahaan asuransi menaikkan premi untuk kapal yang beroperasi di kawasan Teluk. Data Lloyd’s List Intelligence menunjukkan sekitar 200 kapal tanker minyak mentah dan produk energi kini tertahan di perairan Teluk tersebut..