Peristiwa

WFH tak bisa seragam, buruh minta kompensasi dan perlindungan jelas

Efisiensi energi lewat WFH dinilai perlu kajian matang agar tak menurunkan pendapatan riil pekerja.

Jumat, 03 April 2026 14:02

Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menilai rencana penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam seminggu memiliki niat baik, terutama dalam upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) serta mengurangi beban mobilitas harian pekerja.

Kebijakan tersebut juga dinilai berpotensi menekan kemacetan dan memberikan ruang efisiensi bagi sebagian pekerja. Namun, ASPIRASI mengingatkan agar implementasinya tidak dilakukan secara seragam di semua sektor.

Presiden ASPIRASI, Mirah Sumirat, menegaskan bahwa banyak jenis pekerjaan—terutama di sektor manufaktur, layanan, dan pekerjaan lapangan—yang secara karakter tidak memungkinkan untuk menerapkan WFH.

“Penerapannya harus mempertimbangkan keadilan antar pekerja/buruh agar tidak menimbulkan kesenjangan,” ujarnya, Kamis (2/4).

Menurut Mirah, kebijakan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh, khususnya dari sisi dampak ekonomi terhadap pekerja. Tanpa skema perlindungan yang jelas, WFH berpotensi mengalihkan beban biaya dari negara dan perusahaan kepada pekerja.

Purnomo Dwi Reporter
sat Editor

Tag Terkait

Berita Terkait