sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

8 alasan film Perempuan Tanah Jahanam sayang dilewatkan

Di film horor terbarunya ini, Joko Anwar kembali mengangkat sosok perempuan hamil dan mempersoalkan fungsi keluarga.

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Sabtu, 12 Okt 2019 19:00 WIB
8 alasan film Perempuan Tanah Jahanam sayang dilewatkan

Setelah sukses menggaet 1,69 juta lebih penonton di film Gundala: Negeri ini Butuh Patriot sutradara Joko Anwar menggedor perhatian lewat sensasi mencekam dalam film horor Perempuan Tanah Jahanam. Film panjang kedelapan Joko ini akan rilis di bioskop pada 17 Oktober 2019.

Redaksi Alinea.id mencatat delapan hal unik dari film panjang kedelapan Joko Anwar ini:

1. Ide cerita disiapkan sejak 2009, Joko Anwar sebut ini film terbaiknya
Joko Anwar termasuk salah satu sutradara yang sangat produktif. Selain menyutradarai film, dia juga menulis sejumlah skenario film-film Indonesia lain. Adapun skenario film Perempuan Tanah Jahanam telah disusunnya pada 2009. Bagi Joko, rentang sepuluh tahun menjadi kesempatan baginya untuk mematangkan diri sebelum memproduksi Perempuan Tanah Jahanam.

“Saat menulis dan skenario sudah jadi, aku berpikir kalau aku belum matang sebagai filmmaker, jadi aku belum bisa mewujudkannya,” tutur Joko sesudah pemutaran terbatas untuk media di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis (10/10).

Saat menulis skenario film ini, Joko pun merasa ketakutan. Ini sebagai efek dari keinginannya menciptakan alur cerita horor yang diharapkan juga merangsang ketakutan bagi penonton.

“Aku sudah banyak nonton film horor, yang paling jelek sekalipun sudah aku tonton. Jadi aku bertanya ke diriku, film horor seperti apa yang bikin aku takut. Waktu aku menulis skenario ini aku takut, minta ditemenin sama teman,” ucap Joko.

2. Hasil kolaborasi produksi film Indonesia dengan Hollywood dan Korea Selatan
Film ini merupakan kolaborasi sebagai debut produksi film oleh BASE Entertainment yang menyatukan kerja sama antara Hollywood, Indonesia, dan Korea Selatan.

Joko berseloroh kerjasama ini bukan “kaleng-kaleng”. “Ini Hollywood beneran, ya,” kata dia.

Produser film dari Hollywood yang dimaksud ialah Michael Hogan dari Ivanhoe Pictures. Menurut Michael, film ini mengangkat cerita otentik Indonesia dengan tema universal seputar keluarga dan masa lalu kita. Sementara itu Justin Kim bertindak selaku produser eksekutif CJ Entertainment dari Korea Selatan sangat mengapresiasi kerja sama dengan Rapi Films sebagai rumah produksi asal Indonesia.

“Kami ingin penonton merasa takut, mereka harus keluar dari bioskop dengan perasaan yang tak sama dari sebelumnya,” kata produser eksekutif Rapi Films Sunil Samtani.

Bagi produser dari BASE Entertainment Shanty Harmain, kolaborasi ini membuatnya merasa bahagia. Sebab Perempuan Tanah Jahanam merupakan debut produksi filmnya lewat BASE Entertainment bersama Joko Anwar dan Tia Hasibuan.