sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BEI: 20 perusahaan siap catatkan obligasi Rp20,82 triliun

Hingga kuartal I-2021, jumlah emisi obligasi/sukuk korporasi mencapai 19 emisi dengan nilai Rp20,58 triliun.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 07 Apr 2021 18:29 WIB
BEI: 20 perusahaan siap catatkan obligasi Rp20,82 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sampai dengan 6 April 2021 terdapat 20 emisi yang akan mencatatkan obligasi atau sukuk korporasi dengan nilai mencapai Rp20,82 triliun. 

Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, rencana penerbitan 20 emisi obligasi/sukuk korporasi baru tersebut menambah jumlah emisi obligasi yang telah ditawarkan sebelumnya.

Dia mengatakan, hingga kuartal I-2021 jumlah emisi obligasi/sukuk korporasi sudah mencapai 19 emisi dengan nilai Rp20,58 triliun.

"Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah emisi meningkat 26,67%. Sedangkan nilai emisi meningkat 9,23%," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/3).

Sementara itu, hingga akhir April 2021 terdapat enam perusahaan yang berencana mencatatkan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan jumlah tujuh emisi, dan total obligasi/sukuk korporasi yang akan dicatatkan mencapai Rp6,67 triliun.

Dia mengatakan, prospek EBUS tahun ini diperkirakan relatif lebih baik dibandingkan 2020. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan suku bunga dan kian longgarnya likuiditas yang mendorong suku bunga terus menurun.

Adapun, hingga kuartal I-2021, tingkat bunga 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) masih bertahan pada level 3,50%. Di samping itu, pemulihan ekonomi domestik yang masih berlanjut pada paruh waktu 2021 memberikan iklim positif pada pasar EBUS. 

"Kepercayaan investor memberikan keyakinan bagi perusahaan dalam menerbitkan EBUS di pasar modal dan juga memberikan keyakinan bagi investor dalam berinvestasi EBUS," ucapnya.

Sponsored

Nyoman menuturkan, peningkatan EBUS tercatat pada kuartal I-2021 mengindikasikan dampak dari keberlanjutan pemulihan ekonomi. Tingkat bunga rendah memberikan kenyamanan dan keyakinan bagi perusahaan dalam menerbitkan EBUS setelah sebelumnya tertunda melakukan pembiayaan kembali alias refinancing.

Di sisi lain, jika dilihat dari likuiditas di pasar modal, jumlah investor terus bertambah. Sampai akhir Maret 2021 terdapat peningkatan sekitar 25% untuk investor pasar modal dibandingkan akhir 2020, yaitu sekitar 4,9 juta investor pasar modal. 

Berita Lainnya