sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Adhi Karya pastikan proyek LRT Jabodebek rampung 2019

Adhi Karya memastikan proyek LRT rampung akhir 2019. Sehingga transportasi massal ini beroperasi pada 2021.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 14 Jan 2019 15:50 WIB
Adhi Karya pastikan proyek LRT Jabodebek rampung 2019

PT Adhi Karya LRT Jabodebek memastikan proyek Light Rail Transit (LRT) selesai pada akhir 2019. Sehingga transportasi massal ini akan beroperasi pada 2021.

Direktur  Operasional II PT Adhi Karya LRT Jabodebek Pundjung Setya Brata mengatakan sebelumnya, proyek pembangunan LRT ditargetkan beroperasi pada tahun ini. Namun, pembangunan masih terkendala pembebasan lahan.

"Rencananya LRT ini akan beroperasi pada pertengahan 2021.Untuk keseluruhan konstruksi kita upayakan selesai pada akhir 2019. Kemudian penyelesaian depo itu tahun 2020, karena di depo pembebasan tanah masih belum clear," ujar Pundjung saat kunjungan lokasi pembangunan LRT di Jakarta, Senin (14/1).

Pundjung mengatakan progress pembangunan LRT Jabodebek secara keseluruhan mencapai 56,41%. Pembangunan hanya terkendala pembebasan lahan untuk depo Bekasi Timur.

"Progres LRT per 4 Januari untuk Cawang-Cibubur 76,21%,  Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 44,19%, Cawang-Bekasi Timur 51,06%. Total keseluruhan pembangunan itu 56,41%," ujar Pundjung.

Meski demikian, Pundjung memastikan pembebasan tanah proyek depo yang dilakukan Kementerian Perhuubungan dan Kementrian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) bakal selesai pada Maret 2019. Dia berharap setelah pembebasan lahan dapat terselesaikan, pihaknya dapat mengebut pembangunan proyek LRT.

 

Pengiriman kereta bertahap
Sementara itu, rencananya sebanyak 31 rangkaian kereta akan menjadi moda transportasi warga Jabodebek ini. Pundjung menjelaskan, dalam satu rangkaian kereta terdapat 6 kereta. Sehingga total 186 kereta akan dikirim secara bertahap pada tahun ini.

Sponsored

"Kereta akan dikirim oleh PT Industri Kereta Api (INKA) rencananya bulan Juni tahun ini. Pengirimannya akan dilakukan secara bertahap," kata Pundjung.

Rencananya,  kata Pundjung, moda transportasi LRT ini juga akan terintegrasi oleh beberapa moda transportasi lain seperti KRL, MRT, dan Trans Jakarta. Pundjung mengklaim beberapa stasiun LRT akan terintegrasi dengan MRT dan KRL. Sementara itu untuk moda transportasi non rel, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Trans Jakarta.

Sudah ada beberapa titik yang menjadi stasiun integrasi dengan moda transportasi lainnya yaitu Cawang, Dukuh Atas, dan Kampung Rambutan. "Jadi kesepakatannya bahwa kita akan maintenance posisi dan integrasi antara LRT di atas dengan halte busway di bawahnya,” kata Pundjung.

Pekerja menyelesaikan pembangunan LRT pada Senin (14/1).  (Alinea/Achmad Al Fiqri)

Pembangunan Stasiun Taman Mini
Dari pantauan alinea.id di stasiun Taman Mini masih dilakukan pembangunan fisik seperti rel dan juga beberapa ruangan. General Manager Department LRT, Isman Widodo mengatakan stasiun berlantai dua ini nantinya akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti ruang ibu menyusui, toilet, dan juga lift untuk membantu kaum difabel.

Lanjutnya, Isman mengatakan pada Mei 2019, stasiun ini sudah memulai tahap pembangunan arsitektur, dan elektrikal seperti listirik dan air.  Selain itu, kata Isman, nantinya stasiun taman mini ini akan dibangun sky bridge yang akan terhubung dengan Tamini Square.
"Dalam stasiun Taman Mini ini nanti kita akan bangun skybridge. Setelah Mei kita mulai bangun sky bridge ke arah Tamini. Untuk memudahkan masyarakat," tutur Isman.

Proyek pembangunan LRT ini menghabiskan total biaya sekitar Rp29 trilliun. Pundjung mengatakan untuk prasana pembangunan ini Rp22 triliun, sementara sisanya untuk prasarana stasiun.