close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi ban motor. Foto: Freepik.
icon caption
Ilustrasi ban motor. Foto: Freepik.
Sosial dan Gaya Hidup
Sabtu, 31 Januari 2026 15:03

Tips merawat ban motor agar awet dan tidak cepat botak

Perawatan ban motor penting untuk keselamatan, mulai dari tekanan angin yang tepat, pemilihan ban sesuai, hingga kebiasaan berkendara yang baik.
swipe

Ban motor memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan berkendara. Perawatan yang tepat tidak hanya membuat ban lebih awet, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan akibat ban aus atau rusak.

Meski memiliki peran krusial, perawatan ban motor kerap diabaikan oleh pengendara. Banyak kasus ban cepat botak atau rusak bukan karena usia pakai, melainkan akibat tekanan angin yang tidak sesuai, pemilihan ban yang keliru, serta kebiasaan berkendara yang kurang tepat. Berikut tips perawatan ban motor yang perlu diperhatikan.

1. Jaga tekanan angin ban secara rutin

Tekanan angin menjadi faktor utama yang memengaruhi usia ban. Ban yang kurang angin akan cepat aus di bagian samping, sementara tekanan berlebih membuat bagian tengah ban cepat botak. Tekanan ban sebaiknya diperiksa setidaknya seminggu sekali saat kondisi ban dingin dan disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.

2. Gunakan ban sesuai jenis dan gaya berkendara

Selain tekanan angin, pemilihan jenis ban juga perlu disesuaikan dengan gaya dan kebutuhan berkendara. Ban sport memang menawarkan daya cengkeram tinggi, tetapi cenderung lebih cepat habis dibandingkan ban touring yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh dan penggunaan harian. Penggunaan ban yang tidak sesuai spesifikasi motor berpotensi mempercepat keausan dan menurunkan stabilitas.

3. Hindari beban berlebih dan berkendara agresif

Faktor lain yang sering diabaikan adalah kebiasaan berkendara. Membawa beban berlebih, sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak, serta menikung secara agresif dapat meningkatkan panas pada ban dan mempercepat kerusakan tapak. Berkendara dengan halus dan stabil membantu ban aus secara merata dan lebih tahan lama.

4. Periksa keselarasan roda dan kondisi rantai

Perawatan teknis juga tidak kalah penting. Keselarasan roda dan kondisi rantai yang tidak tepat dapat menyebabkan keausan ban tidak merata. Pemeriksaan rutin terhadap spooring, balancing, serta ketegangan rantai perlu dilakukan agar ban bekerja optimal dan tidak cepat rusak.

5. Bersihkan ban dan lakukan pemeriksaan berkala

Di sisi lain, kebersihan ban turut memengaruhi daya cengkeram. Kotoran dan lumpur yang menempel dapat menutup alur ban dan mengurangi grip di jalan. Membersihkan ban secara berkala serta memeriksa adanya retakan, benjolan, atau benda tajam yang menempel dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.

6. Simpan motor dengan cara yang benar

Jika motor jarang digunakan, tekanan ban sebaiknya dinaikkan sedikit dari standar untuk mencegah ban peyang. Gunakan standar tengah atau penyangga ban, simpan motor di tempat sejuk dan kering, serta hindari paparan sinar matahari langsung. Jika parkir di luar ruangan, gunakan penutup motor tahan UV.

7. Ganti ban tepat waktu

Terakhir ban tidak dirancang untuk digunakan selamanya. Umumnya, ban perlu diganti setiap 4–5 tahun atau sesuai jarak tempuh dan kondisi fisik ban. Ban yang sudah aus atau kehilangan daya cengkeram berisiko menyebabkan selip, terutama di jalan basah.

Perawatan ban motor yang konsisten membantu memperpanjang usia pakai, meningkatkan kenyamanan, serta menjaga keselamatan pengendara di berbagai kondisi jalan

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan