Musim hujan sering menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna motor listrik. Meski kendaraan berbasis listrik semakin populer karena efisiensi dan ramah lingkungan, berkendara di kondisi hujan tetap membutuhkan perhatian khusus agar aman dan nyaman.
Saat hujan, kondisi jalan menjadi lebih licin dan jarak pandang pengendara menurun. Hal ini penting diperhatikan karena motor listrik cenderung memiliki akselerasi instan dan suara yang lebih halus, sehingga pengendara dan pengguna jalan lain perlu waspada ekstra
Untuk meminimalkan risiko dan tetap aman, pengendara motor listrik disarankan melakukan beberapa langkah berikut:
1. Pastikan baterai terisi penuh
Motor listrik sangat bergantung pada daya baterai. Berkendara saat hujan berpotensi membuat waktu tempuh lebih lama dari perkiraan, terutama saat terjadi kemacetan atau pengendara harus menunggu hujan reda. Untuk menghindari kehabisan daya di tengah perjalanan, baterai sebaiknya diisi penuh sebelum berkendara.
2. Kenali kemampuan tahan air motor listrik
Meski pabrikan mengklaim motor listrik tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, bukan berarti kendaraan sepenuhnya kebal air. Setiap motor listrik memiliki batas ketahanan air tertentu yang biasanya ditentukan melalui standar IP rating. Karena itu, pengendara perlu memahami batas aman motor listriknya agar tidak terjadi kerusakan pada komponen penting seperti baterai, motor penggerak, dan controller.
3. Kurangi kecepatan dan kendalikan akselerasi
Permukaan jalan yang licin menuntut pengendara untuk mengurangi kecepatan dan mengendalikan tarikan gas. Karakter motor listrik yang memiliki akselerasi instan membuat gas perlu dibuka secara halus dan bertahap. Cara ini membantu menjaga keseimbangan serta meminimalkan risiko ban selip di jalan basah.
4. Pastikan ban dalam kondisi optimal
Ban menjadi faktor utama keselamatan saat berkendara di jalan basah. Bobot motor listrik yang umumnya lebih berat dibanding motor konvensional membuat kondisi kembangan dan tekanan ban harus selalu diperhatikan. Ban dengan tekanan yang tepat memberikan traksi lebih baik dan membantu respon kendaraan saat bermanuver.
5. Hindari melewati genangan air atau banjir
Saat berkendara di musim hujan, pengendara disarankan menghindari genangan air yang terlalu dalam atau banjir. Paparan air berlebih dalam waktu lama dapat membahayakan sistem kelistrikan motor listrik, terutama pada baterai dan motor penggerak. Meski memiliki perlindungan tertentu, komponen elektronik tetap berisiko rusak jika terendam air.
6. Tingkatkan visibilitas
Pastikan lampu motor menyala saat hujan turun. Penggunaan pakaian dengan elemen reflektif atau warna terang juga membantu pengendara lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain ketika jarak pandang menurun.
7. Cuci dan periksa motor setelah berkendara hujan
Setelah digunakan di tengah hujan, motor listrik perlu segera dibersihkan dan dikeringkan. Air hujan mengandung zat asam yang dapat mempercepat korosi pada komponen kendaraan. Selain membersihkan bodi, pengendara juga perlu memeriksa soket pengisian daya dan kabel charger, lalu memastikan keduanya dalam kondisi kering. Proses pembersihan disarankan dilakukan tanpa tekanan air tinggi agar tidak merusak komponen elektrik.