sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AFPI luncurkan pusat data hindari fraud pinjaman online

Asosiasi meluncurkan Fintech Data Center untuk mengintegrasikan data penyelenggara fintech peer to peer lending (P2P).

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 11 Nov 2019 18:19 WIB
AFPI luncurkan pusat data hindari fraud pinjaman online
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) meluncurkan Fintech Data Center (FDC) untuk mengintegrasikan data penyelenggara fintech peer to peer lending (P2P) yang lebih baik.

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi menyatakan, dengan ini para anggota lebih mudah dalam melakukan credit assessment untuk melakukan penyaluran kredit.  
 
Adrian menyebut, jika Bank Indonesia memiliki BI Checking dan otoritas jasa keuangan (OJK) memiliki Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), AFPI memiliki FDC untuk memudahkan para penyelenggara. 

“Kami berharap dengan sistem ini dapat memperkuat industri Fintech P2P Lending ke depannya,” katanya di Jakarta, Senin (11/11).

FDC akan memperjelas peran dan fungsi AFPI sebagai organisasi yang menaungi semua fintech yang terdaftar. Adrian mengatakan adanya FDC akan memberikan perlindungan kepada lender dan borrower dari risiko fraud dan mengurangi biaya pinjaman.

FDC juga dapat diintegrasikan ke data milik perbankan atau bahkan SLIK milik OJK yang punya data yang lebih komprehensif.

“Kehadiran FDC merupakan komitmen nyata kami bersama untuk terus menciptakan industri yang sehat dan transparan. Ini juga cara kami untuk dapat berkolaborasi dengan lebih banyak pihak seperti perbankan dan pembiayaan sehingga semakin memperluas akses pendanaan kepada masyarakat,” ucapnya.
 
Industri fintech P2P lending ini disebut telah berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Fintech P2P lending menyumbang Produk Domestik Bruto sebesar Rp 60 triliun atau meningkat 131% dalam setahun terakhir. Hal ini diungkapkan dalam pemaparan hasil riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Hingga September 2019, setidaknya sebanyak 144 anggota fintech di AFPI yang terdaftar di bidang produktif multiguna, konsumtif, dan syariah. Dari jumlah tersebut, 13 anggota di antaranya telah berstatus berizin oleh OJK.

Dari total penyaluran pinjaman, selama 2019 akumulasi penyaluran pinjaman mencapai Rp60,41 triliun meningkat 166,51% (year to date/ytd) dibandingkan tahun lalu. Sedangkan akumulasi rekening lender sudah mencapai 558.766 entitas meningkat 169,28% (ytd), dan akumulasi rekening borrower sudah mencapai 14.359.918 entitas meningkat 229,40% (ytd).

Sponsored
Berita Lainnya