sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Aksi 22 Mei diproyeksi tekan rupiah tembus Rp15.000 per dolar AS

Aksi unjuk rasa 22 Mei yang berujung ricuh diprediksi menekan nilai tukar rupiah menembus level psikologis Rp15.000 per dolar AS.

Sukirno
Sukirno Kamis, 23 Mei 2019 06:01 WIB
Aksi 22 Mei diproyeksi tekan rupiah tembus Rp15.000 per dolar AS

Aksi unjuk rasa 22 Mei yang berujung ricuh diprediksi menekan nilai tukar rupiah menembus level psikologis Rp15.000 per dolar Amerika Serikat.

Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (22/5) sore melemah pasca aksi demonstrasi memprotes pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang sempat ricuh.

Rupiah melemah 45 poin atau 0,31% menjadi Rp14.525 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.480 per dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah memang dominan dipicu oleh sentimen domestik yaitu aksi demo menolak hasil rekapitulasi nasional KPU.

"Secara eksternal itu pelemahan rupiah tidak ada pengaruhnya, pengaruhnya lebih besar di dalam negeri. Pada saat KPU mengumumkan pemenangnya adalah Jokowi, yang terjadi paslon 02 menolak dan terjadi kerusuhan. Kerusuhan ini menyebabkan pelaku pasar meninggalkan dan melakukan profit taking di pasar Indonesia," ujar Ibrahim, Rabu (22/5).

Menurut Ibrahim, apabila kondisi keamanan masih belum kondusif dan demonstrasi yang ricuh tidak bisa terselesaikan, maka rupiah berpotensi menembus level Rp15.000 per dolar AS.

"Saya yakin seandainya huru hara ini tidak bisa diselesaikan, kemungkinan besar rupiah akan ke Rp15.000 per dolar AS. Rp15.000 adalah angka yang sangat wajar dalam hitungan bulan Mei ini," kata Ibrahim.

Rupiah pada Rabu pagi hari dibuka di level Rp14.488 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.488 per dolar AS hingga Rp14.528 per dolar AS.

Sponsored

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.488 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.462 per dolar AS.

Dari lantai bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari yang sama juga ditutup di zona merah saat bursa regional bervariasi. IHSG terkoreksi 0,19% sebesar 11,73 poin ke level 5.939,63.

Koreksi IHSG itu membuat level IHSG 4,11% lebih rendah dari akhir tahun 2018 (year-to-date/ytd). 

Meski terkoreksi, investor asing justru akhirnya kembali memborong saham. Pelaku pasar asing mencatatkan aksi beli bersih Rp702,92 miliar dan mempertebal net buy sejak awal tahun menjadi Rp56,83 triliun. (Ant).