sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Aksi korporasi: BTN siap akuisisi 90% saham Papua Ventura

Emiten BUMN PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap mengakuisisi PT Sarana Papua Ventura.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 29 Agst 2019 22:31 WIB
Aksi korporasi: BTN siap akuisisi 90% saham Papua Ventura

Emiten BUMN PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap mengakuisisi PT Sarana Papua Ventura.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank BTN menyetujui perseroan untuk malakukan aksi korporasi akuisisi Perusahaan Modal Ventura (PMV). Akuisisi tersebut dilakukan untuk mendukung bisnis utama Bank BTN. 

Sekretaris Perusahaan BTN Achmad Chaerul mengatakan BTN selanjutnya akan meminta persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merealisasikan rencana tersebut. 

“Kami akan menindaklanjuti persetujuan RUPSLB hari ini tentang akuisisi PMV. Selanjutnya kami akan mohonkan persetujuan kepada OJK agar dapat ditindaklanjuti sebagai langkah strategi bisnis yang akan dilakukan perseroan dalam pengembangan bisnis,” kata Chaerul usai pelaksanaan RUPSLB BTN di Jakarta, Kamis (29/8).

Menurut Chaerul, pengelolaan PMV akan tetap fokus untuk mendukung inti bisnis Bank BTN di bidang pembiayaan perumahan dan meningkatkan pendapatan non bunga. Sehingga nantinya PMV ini dapat memperkuat pertumbuhan kredit dan laba perseroan.  

PMV yang dipilih perseroan adalah PT Sarana Papua Ventura (SPV),  anak usaha PT Bahana Artha Ventura, yang merupakan anak usaha PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). Pemilihan SPV ini sekaligus diharapkan menjadi  sinergi BUMN yang diamanatkan oleh Kementerian BUMN. 

“Bank BTN telah menyiapkan anggaran untuk mengambilalih saham SPV. Dana yang sudah disiapkan akan digunakan sebagai penyertaan modal dan pengembangan bisnis PMV dalam jumlah sebanyak-banyaknya 90% yang akan dilaksanakan secara bertahap,” ujar Chaerul.

Penyertaan modal pada SPV sebagai aksi korporasi BTN tersebut merupakan salah satu agenda dalam RUPSLB BTN. Agenda lainnya dalam RUPSLB adalah evaluasi kinerja perseroan semester I-2019 dan langkah strategis manajemen BTN untuk mengawal kinerja bisnis on track sampai dengan akhir tahun 2019. 

Sponsored

Dalam RUPSLB ini juga dibahas kesiapan pelaksanaan PSAK 71 dan PSAK 73 yang akan diterapkan tahun depan. Chaerul memastikan BTN telah siap untuk menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 dan PSAK 73 pada tahun 2020. 

BTN menyiapkan antisipasi termasuk perubahan Rencana Bisnis Bank (RBB) dan fokus bisnis yang bertujuan untuk menjaga kinerja bisnis berjalan dengan baik. Manajemen BTN optimistis kinerja perseroan sampai dengan akhir tahun 2019 akan tumbuh sesuai dengan RBB.

“Kami optimis kinerja BTN sampai dengan akhir tahun akan tumbuh sehat sesuai dengan target dan rencana bisnis yang telah memperhitungkan pelaksanaan PSAK 71 dan PSAK 73 tahun depan,” tutur Chaerul. 

Untuk diketahui, berdasarkan kinerja BTN semester I-2019, tercatat aset perseroan tumbuh 16,58% menjadi Rp312,5 triliun. Kredit dan pembiayaan tumbuh 18,78% menjadi Rp251 triliun. 

Kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15,89% menjadi Rp219,8 triliun. Lalu untuk lini bisnis perseroan juga tumbuh selama semester I-2019 yang tercermin dari pendapatan bunga yang tumbuh sebesar 19,81% year on year dari Rp10,7 triliun menjadi Rp12,8 triliun. 

Pada paruh pertama 2019 ini BTN pun berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp1,31 triliun. BTN pun masih mendominasi 39,6% pangsa pasar pembiayaan perumahan nasional dan 92,4% pangsa pasar pembiayaan perumahan subsidi di Indonesia. 

Direktur Utama BTN Maryono diganti dengan mantan Dirut BRI Suprajarto. / Antara Foto

Maryono diganti

RUPSLB BTN juga menyetujui pergantian Direktur Utama Bank BTN. Maryono digantikan oleh mantan Direktur Utama Bank BRI, Suprajarto.

Mantan Dirut BTN Maryono saat ditemui mengatakan pergantian tersebut merupakan kewenangan dari Kementerian BUMN sebagai mayoritas pemegang saham. 

"Setelah hasil RUPS, kemudian nanti dilakukan fit and proper test bagi direktur baru oleh OJK. Setelah mendapatkan persetujuan OJK baru efektif bisa menjalankan tugas sebagai direktur baru," kata Maryono ditemui usai RUPSLB di menara BTN.

Maryono melanjutkan, selama BTN kendali BTN dipegang oleh dirinya, BTN telah membuat pondasi mereka menjadi lebih baik. Selama dipegang oleh dirinya, aset BTN tumbuh lebih dari dua kali lipat. 

"Kemudian kualitas dari proses bisnis maupun kesejahteraan karyawan juga telah kita lakukan, perbaikan-perbaikan juga, tinggal nanti yang meneruskan bisa menjadi lebih baik lagi," tutur Maryono.

Maryono mengatakan, usai dari BTN, dirinya belum tahu selanjutnya akan berlabuh ke mana. Maryono mengatakan dirinya adalah prajurit yang akan mengikuti apapun penugasan yang diberikan oleh Kementerian BUMN. 

"Saya dari dulu adalah sebagai prajurit, di mana saja saya selalu ikut dan saya tidak pernah memilih atau meminta," tutur Maryono.

Maryono pun melihat pilihan untuk mengganti dirinya dengan Suprajarto adalah suatu pilihan yang sangat tepat. Sebab menurutnya, Suprajarto memiliki pengalaman dalam hal pembiayaan atau layanan dari masyarakat kecil atau mikro. 

Sementara orang-orang yang dilayani BTN juga merupakan masyarakat berpenghasilan rendah, yang hampir sama dengan BTN. 

Sementara Deputi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan pemilihan Suprajarto karena sosoknya merupakan orang yang berpengalaman di bidang perbankan. 

"Kalau lihat CV nya, dia sudah di BNI, BRI, sekarang ke BTN. Jadi untuk hal yang seperti ini beliau bisa menangani dengan baik," ujar Gatot.

Gatot pun mengatakan tantangan ke depan bagi BTN akan semakin menantang dengan backlog perumahan yang harus segera dibenahi.