sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Antam jual 15 ton emas Rp9,6 triliun dalam 6 bulan

Emiten BUMN PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) menjual 15 ton emas dalam enam bulan senilai Rp9,6 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 01 Okt 2019 17:22 WIB
Antam jual 15 ton emas Rp9,6 triliun dalam 6 bulan

Emiten BUMN PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) menjual 15 ton emas dalam enam bulan senilai Rp9,6 triliun.

Perusahaan tambang pelat merah itu mencata pertumbuhan kinerja operasi dan keuangan pada semester I-2019. Antam membukukan kenaikan laba bersih 6% menjadi Rp365,75 miliar pada semester I-2019, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp344,45 miliar.

Pertumbuhan laba bersih bersandi saham ANTM tersebut sejalan dengan pertumbuhan kinerja produksi dan penjualan komoditas yang tumbuh 22% menjadi Rp14,43 triliun pada paruh pertama 2019, dari Rp11,82 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko, mengatakan komoditas emas merupakan komponen terbesar pendapatan perusahaan yang berkontribusi sebesar Rp9,61 triliun atau 67% dari total penjualan semeseter I-2019.

"Pada semester I-2019, total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai 979 kilogram (31.476 troy oz)," kata Kunto dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (1/10).

Kunto melanjutkan, tingkat volume penjualan emas ANTM tercatat sebesar 15.741 kg (506.084 troy oz) atau tumbuh sebesar 14% dibandingkan dengan semester I-2018 yang hanya sebesar 13.760 kg (442.394 troy oz).

Peningkatan penjualan tersebut, lanjut Kunto, seiring dengan upaya ANTM untuk meningkatkan utilitas pengolahan pabrik pemurnian (smelter), serta pengembangan pasar emas ANTM baik domestik maupun ekspor.

Selain emas, kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih Antam berasal dari komoditas feronikel. Hingga semester I-2019, volume produksi feronikel Antam mencapai 13.017 ton nikel (TNi), naik 2% dibandingkan dengan produksi di periode yang sama tahun lalu sebesar 12.811 TNi.

Sponsored

Sejalan dengan pertumbuhan volume produksi tersebut, penjualan feronikel pada semester I-2019 tercatat sebesar 13.157 TNi dengan nilai penjualan sebesar Rp2,31 triliun. Penjualan feronikel tersebut menyumbang 16% dari total penjualan Antam pada semester I-2019.

Kunto melanjutkan, perseroan akan menggenjot produksi feronikel tersebut dengan pembangunan pabrik feronikel Haltim (P3FH). Pabrik tersebut nantinya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 13.500 TNi.

"Hingga semester I-2019, realisasi konsturksi P3FH telah mencapai 97%. Nantinya, pabrik ini akan meningkatkan kapasitas total produksi feronikel Antam dari 27.000 TNi, menjadi 45.000 TNi tiap tahun," tutur Kunto.