sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Asing masuk lewat SWF, Wamen BUMN: Kualitas aset di Indonesia akan naik

Beberapa proyek seperti jalan tol hingga pelabuhan, akan didanai melalui pembiayaan yang dikelola LPI.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 27 Jan 2021 16:19 WIB
Asing masuk lewat SWF, Wamen BUMN: Kualitas aset di Indonesia akan naik

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menuturkan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) yang baru dibentuk pemerintah, berperan penting meningkatkan investasi langsung, sekaligus mendorong perbaikan iklim investasi di Indonesia.

Menurutnya, SWF yang diberi nama Indonesia Investment Authority (INA) ini memiliki fondasi hukum dan politik yang kuat untuk menggalang pendanaan di tingkat internasional.

“SWF meningkatkan value yang dimiliki negara dan juga aset BUMN,” kata Kartika dalam diskusi Media Group Summit, Rabu (27/1).
 
Pria yang akrab disapa Tiko ini melanjutkan, beberapa proyek seperti jalan tol hingga pelabuhan, akan didanai melalui pembiayaan yang dikelola LPI. Menurut Tiko, hal tersebut akan membantu meningkatkan nilai aset yang dimiliki Indonesia.

“SWF ini mirip seperti membangun BUMN di tahun 2000. Telkom (PT Telkom Indonesia Tbk.), Mandiri (PT Bank Mandiri Tbk.), Jasa Marga, BNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk.), kami dulu enggak membayangkan berapa pertumbuhan value dari perusahaan ini,” ujar Tiko.

Beberapa BUMN tersebut, menjadi contoh dari suksesnya strategi penyuntikan modal asing untuk meningkatkan kualitas aset di dalam negeri.

“Saat ini bisa kita lihat kapitalisasi pasar, secara contoh dari BRI (PT Bank Rakyat Indonesia) yang mencapai Rp500 triliun, Telkom Rp340 triliun. Penciptaan nilai ini juga akan terjadi di SWF,” ucapnya.

Sponsored

Tiko pun optimistis dengan SWF, ke depan aset-aset yang ada di Indonesia seperti jalan tol, akan mengalami peningkatan nilai, usai masuknya permodalan dan inovasi bisnis dari partner internasional.

Berita Lainnya