close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi foto. Antara.
icon caption
Ilustrasi foto. Antara.
Bisnis
Sabtu, 14 Agustus 2021 10:05

Balik kerugian, M Cash Integrasi cetak laba bersih Rp47,6 miliar semester I-2021

Laba bersih perseroan semester I-2021 meningkat menjadi Rp47,6 miliar, dari rugi bersih sebesar Rp139,2 miliar pada semester I-2020.
swipe

PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS) mencatatkan pertumbuhan pendapatan 2,1% YoY, dari Rp6,1 triliun di semester I-2020, menjadi Rp6,3 triliun di semester I-2021. Pertumbuhan ini didukung oleh ekspansi organik titik distribusi yang tumbuh 29,9% YoY menjadi 240.018 per Juni 2021, dari 184.710 per Juni 2020. 

Selain itu, pertumbuhan top-line didorong oleh kontribusi dari pendapatan segmen Software-as-a-Service (SaaS) yang tumbuh sebesar 411,2% YoY, menjadi Rp36,5 miliar di semester I-2021. 

Kuartal II-2021 menandai kontribusi perdana perseroan dari segmen produk dan layanan energi bersih (clean energy), di bawah PT Energi Selalu Baru (ESB), yang resmi dikomersialkan pada Juni 2021. Selama satu bulan beroperasi, segmen energi bersih telah mencatatkan pendapatan sebesar Rp1 miliar dan margin laba kotor 34,7%. 

Seiring dengan meningkatnya skala bisnis clean energy, perseroan mengharapkan lebih banyak sinergi yang dapat diwujudkan dari harmonisasi usaha baru dan penawaran teknologi dan jaringan yang ada di dalam grup, yang diharapkan dapat menghasilkan profil pendapatan yang lebih kuat selama beberapa tahun ke depan. 

MCAS mencatatkan laba kotor dan marjin laba usaha di masing-masing 1,7% dan 0,9%, meskipun terjadi peningkatan beban penyusutan sebesar Rp13,5 miliar di semester I-2021 dibandingkan Rp6,2 miliar di semester I-2020, terkait dengan perluasan operasi. Peningkatan beban nontunai (depresiasi) juga menyebabkan rasio beban terhadap pendapatan usaha meningkat dari 0,80% di semester I-2020 menjadi 0,85% di semester I-2021, yang mengakibatkan pendapatan operasional semester I-2021 turun 4,0% YoY menjadi Rp54,9 miliar, dari EBITDA semester I-2021 tumbuh 10,9% YoY menjadi Rp71,5 miliar.

Selain itu, pada kuartal ini juga terlihat perbaikan yang signifikan dalam pengelolaan modal kerja yang dibuktikan dengan arus kas operasi yang meningkat dari Rp81,9 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp207,8 miliar pada semester I-2021. 

Laba bersih yang dapat diatribusikan pada semester I-2021 meningkat menjadi Rp47,6 miliar, dari rugi bersih sebesar Rp139,2 miliar pada semester I-2020. MCAS mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan posisi kas bersih sebesar Rp208,6 miliar per akhir Juni 2021.

Luncurkan aplikasi DigiResto dengan layanan Indonesia Pasti Bisa

Pada Juli 2021, anak usaha MCAS PT Digital Maksima Karunia (DMK) dan PT SiCepat Ekspres Indonesia (SiCepat), meluncurkan aplikasi DigiResto. DigiResto adalah platform pemesanan makanan dan minuman (F&B) yang dibangun di atas kemampuan teknologi MCAS Group dengan SiCepat sebagai penyedia layanan pengiriman jarak jauh utama. 

Bersamaan dengan peluncuran aplikasi tersebut, DigiResto juga memfasilitasi inisiatif baru bernama Indonesia Pasti Bisa. Melalui program ini, tersedia paket makanan terjangkau bagi masyarakat, khususnya bagi pasien isolasi mandiri (isoman) Covid-19 mulai dari Rp10.000 per paket. 

Bank Mandiri yang bergabung dengan inisiatif Indonesia Pasti Bisa menawarkan program pemesanan makanan khusus Rp5.000 di platform DigiResto. Sebanyak 1.000 pelanggan pertama (setiap hari) yang menggunakan kartu debit dan kredit Mandiri untuk pembayaran pesanan mereka, akan mendapatkan layanan pengiriman gratis. 

Jaringan cloud advertising DMMX tumbuh menjadi 17.342 layar 

Hingga akhir Juni 2021, anak usaha perseroan PT Digital Mediatam Maxima Tbk. (DMMX) telah memasang 17.342 layar, mencakup 14.285 titik iklan di 33 kota di Indonesia. Momentum pertumbuhan ini diperkirakan akan berlanjut hingga paruh kedua tahun 2021, dengan orderbook yang solid dari klien blue-chip seperti Alfamart, Indomaret dan KFC untuk pemasangan layar.

Selain itu, DMMX berkolaborasi dengan SmartRetail Group (SmartRetail), platform Engagement Out-of-Home (EOOH) terprogram di Automated Retail Touch Points, membentuk perusahaan joint-venture (JV). SmartRetail berkantor pusat di Hong Kong dan mengelola hampir 2.000 smart vending machines dan retail touch points di seluruh Hong Kong, Singapura, dan Malaysia. Perusahaan JV ini akan fokus untuk menyebarkan platform Engagement OOH di Indonesia.

img
Annisa Saumi
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan