sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bank BRI targetkan laba bersih tumbuh 11% pada 2020

Proyeksi ini sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan laba bersih BRI per September 2019 sebesar 8,1%.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Rabu, 27 Nov 2019 18:25 WIB
Bank BRI targetkan laba bersih tumbuh 11% pada 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 240687
Dirawat 56889
Meninggal 9448
Sembuh 174350

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) atau Bank BRI menargetkan pertumbuhan laba sebesar 10%-11% pada 2020. Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan proyeksi ini sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan laba per September 2019 sebesar 8,1%.

"Kita memasang target laba 10%-11% pada tahun depan," kata Sunarso dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (27/11).

Sunarso mengatakan proyeksi ini akan didukung rencana kerja pada 2020 yang akan mengedepankan proses digitalisasi, peningkatan produktivitas dan mendorong UMKM naik kelas.

"Upaya transformasi digitalisasi ini untuk menurunkan operational cost dan operational risk yang tinggi," katanya.

Dengan upaya itu, pertumbuhan kredit juga ditargetkan mencapai 10%-11% atau sama dengan realisasi kredit hingga September 2019 sebesar 10,9%.

Untuk rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL), BRI memperkirakan pada kisaran 2,4%-2,5% pada 2020, atau menurun dari realisasi September 2019 sebesar 2,94%.

"Selama kuartal III-2019, nilai NPL BRI mengalami peningkatan 2,9%, yang dominan disebabkan penurunan kualitas kredit di sektor korporasi," kata Sunarso.

Meski demikian, tambah dia, nilai coverage rasio BRI yang cukup tinggi sebesar 160%, menunjukkan BRI masih konservatif dalam melihat risiko.

Sponsored

Digitalisasi perbankan

Sementara itu, BRI fokus melakukan digitalisasi sebagai bagian dari transformasi bisnis pada 2020.
Meski demikian, Sunarso menjamin tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan.

"Tidak ada PHK gara-gara pelaksanaan digitalisasi," kata Sunarso.

Sunarso mengatakan para pegawai yang terdampak oleh digitalisasi tersebut nantinya akan mendapatkan penugasan lain yang tidak bisa dilakukan oleh mesin seperti
menjadi penyuluh.

"Pekerjaan yang bisa diambil mesin akan dilakukan mesin, tapi sumber daya manusia yang sudah ada, akan jadi pendamping atau penyuluh digital banking kepada masyarakat," ujarnya.

Ia memastikan proses digitalisasi ini akan dilakukan pada tahun depan untuk menekan biaya layanan maupun risiko operasional yang masih tinggi.

"Kita ingin melakukan transformasi digital dengan investasi ke Teknologi Informasi dan transformasi culture agar fit dengan digital," katanya.

Dalam kesempatan ini, Sunarso juga memaparkan rencana kerja perseroan pada 2020 yang ingin meningkatkan produktivitas dan mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas.

Dengan upaya ini, Bank BRI menargetkan pertumbuhan kredit maupun laba masing-masing sebesar 10%-11% pada 2020.

Berita Lainnya