sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gandeng Mitsubishi dan ITB, Surya Esa produksi blue ammonia

ESSA menggunakan teknologi CCUS untuk produksi amonia biru di pabrik amonia di Banggai, Sulawesi Tengah.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 19 Mar 2021 18:37 WIB
Gandeng Mitsubishi dan ITB, Surya Esa produksi blue ammonia

PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pengumpulan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization & storage/CCUS) untuk produksi amonia biru atau blue ammonia di Indonesia. 

MoU tersebut ditandatangani pada tanggal 18 Maret 2021. Melalui anak usahanya PT Panca Amara Utama (PAU), ESSA akan bekerja mengembangkan produksi amonia rendah karbon di Indonesia, yang juga dikenal sebagai amonia biru bersama dengan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC), Mitsubishi Corporation (MC), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Seperti diketahui, amonia saat ini banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk, plastik, dan bahan kimia di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, peran amonia sebagai bahan bakar masa depan telah berkembang pesat karena kandungan hidrogennya yang tinggi, nol emisi CO2 pada saat pembakaran, serta pengiriman logistik yang aman. 

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer ESSA Vinod Laroya mengatakan, pihaknya berencana menggunakan teknologi CCUS untuk produksi amonia biru di pabrik amonia di Banggai, Sulawesi Tengah.

Sponsored

“Kami terus berkomitmen berinvestasi dalam pengembangan energi untuk masa depan yang berkelanjutan. Kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan para mitra yang mempunyai rekam jejak yang kuat serta komitmen yang sama terhadap kelestarian lingkungan," kata Vinod dalam keterangan resminya, Jumat (19/3). 

Dia menjelaskan, pabrik amonia Banggai milik perseroan adalah pabrik pertama di dunia yang menggunakan teknologi amonia terbaru dan menjadikan Indonesia terdepan dalam produksi amonia.

"Melalui amonia biru, perseroan berharap dapat membuka jalan bagi Indonesia menjadi yang terdepan dalam menyediakan bahan bakar masa depan," ucap dia.

Berita Lainnya