sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BCA cetak laba bersih Rp7 triliun di kuartal I-2021

Pertumbuhan laba bersih ini didukung dengan naiknya pendapatan bunga bersih BCA sebesar 3,3% YoY, menjadi Rp14,1 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 22 Apr 2021 16:24 WIB
BCA cetak laba bersih Rp7 triliun di kuartal I-2021

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp7 triliun, atau tumbuh 7% secara tahunan (YoY) pada kuartal I-2021 ini. 

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pertumbuhan ini sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi, dengan portofolio total kredit dan obligasi korporasi yang telah relatif stabil sejak Desember 2020, mencapai Rp610 triliun per 31 Maret 2021. Hal ini didukung oleh penempatan pada obligasi korporasi yang meningkat sebesar 6,9% dibandingkan posisi Desember 2020. 

Sementara itu, BCA membukukan pertumbuhan kredit yang positif pada segmen korporasi, ditopang permintaan pada industri telekomunikasi, minyak nabati dan hewani, serta perkebunan.  

"Sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi, BCA tetap optimis dalam memanfaatkan peluang bisnis di seluruh segmen pada tahun ini," kata Jahja, Kamis (22/4).

Hingga kuartal I-2021, fasilitas kredit BCA untuk bisnis tercatat naik hingga 6% YoY. Meski demikian, aktivitas bisnis yang belum pulih sepenuhnya menyebabkan fasilitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga total kredit BCA terkoreksi menjadi Rp586,8 triliun di akhir Maret 2021. 

Sementara itu, kredit korporasi mencapai Rp262,6 triliun di Maret 2021, naik 0,9% YoY. Kredit komersial dan UKM turun 6,4% YoY menjadi Rp178,9 triliun. Total kredit konsumer terkontraksi 10% YoY menjadi Rp139,5 triliun. 

Pada portofolio kredit konsumer, KPR turun 3,4% YoY menjadi Rp89,4 triliun, serta KKB berkurang 23,7% YoY menjadi Rp36,0 triliun. Saldo outstanding kartu kredit turun 10,2% YoY ke Rp11,1 triliun. 

Dana pihak ketiga tumbuh

Sponsored

Dari sisi dana pihak ketiga, BCA mencatatkan current account and savings account (CASA) naik 15,4% YoY mencapai Rp655,8 triliun. CASA tersebut berkontribusi bagi kenaikan total dana pihak ketiga, yang sebesar 14,6% YoY menjadi Rp849,4 triliun. Tumbuhnya dana pihak ketiga ini mendorong total aset tumbuh 12,1% YoY menjadi Rp1.090,4 triliun di akhir Maret 2021. 

"Solidnya pertumbuhan dana pihak ketiga memungkinkan BCA untuk mencetak pendapatan bunga yang lebih tinggi dari aset treasury, sehingga menyeimbangkan penurunan imbal hasil (yield) dan outstanding kredit yang lebih rendah,"ujar Jahja. 

Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA tercatat tumbuh sebesar 3,3% YoY menjadi Rp14,1 triliun. Di sisi lain, pendapatan nonbunga berkurang menjadi Rp4,9 triliun, atau turun 14,5% YoY. karena pendapatan nonbunga pada triwulan I tahun lalu sebagian besar didorong oleh keuntungan tidak berulang (one-off gain) dari penjualan portofolio reksa dana.

Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp19,1 triliun atau terkoreksi 2,0% YoY, sementara laba bersih tumbuh 7,0% YoY menjadi Rp7 triliun. 

Adapun permodalan BCA tetap berada di posisi yang solid, dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 24,5%, lebih tinggi dari ketetapan regulator. Selain itu, likuiditas tetap memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 65,2%. 

Rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) naik menjadi 1,8%, dibandingkan triwulan I-2020 yang sebesar 1,6%, didukung oleh relaksasi kebijakan restrukturisasi. 

"Normalisasi restrukturisasi kredit akan menjadi salah satu fokus BCA pada tahun 2021," tuturnya. 

Sebagai tambahan, rasio pengembalian terhadap aset (return on asset/ROA) tercatat sebesar 3,1%, dan rasio pengembalian terhadap ekuitas (return on equity/ROE) sebesar 15,8%.

Berita Lainnya