close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Alinea.id/Catharina.
icon caption
Ilustrasi Alinea.id/Catharina.
Bisnis
Kamis, 27 April 2023 18:54

Berkah libur Lebaran di kantong-kantong pelesiran

Libur Lebaran 2023 menjadi momen kebangkitan sektor pariwisata pascapandemi tiga tahun lamanya.
swipe

Sandy memboyong keluarga besarnya berwisata ke Pantai Baron pada libur Lebaran tahun ini. Pantai yang terletak di Padukuhan Rejosari, Kelurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta ini menjadi pilihan destinasi wisata karena tak terlalu jauh dari rumahnya di Purworejo, Jawa Tengah.

“Di Purworejo juga sebenarnya ada Pantai Dewa Ruci, (Pantai) Ketawang, sama Pantai Jetis. Tapi kan udah terlalu sering ke sana. Makanya sekarang ke Gunungkidul, yang punya banyak pilihan pantai,” jelasnya, saat ditemui Alinea.id, di kawasan wisata Pantai Baron, Minggu (23/4) siang.

Agar puas berekreasi, dia dan keluarganya sudah sepakat untuk menyambung wisatanya dari Pantai Baron ke Pantai Indrayanti. Bagi mereka tak masalah harus menempuh perjalanan lagi kurang lebih satu jam untuk mencapai pantai yang berjarak sekitar 40 km dari Pantai Baron itu. Sebab, berdasar rencana di Pantai Indrayanti lah keluarganya akan menghabiskan waktu lebih lama untuk bermain sekaligus berburu sunset.

“Sambil makan juga. Istri saya baru dapat rekomendasi tempat makan seafood enak di (Pantai) Indrayanti,” imbuh wisatawan berusia 39 tahun itu.

Terlepas dari berbagai rencana yang telah disusunnya, berwisata saat libur Lebaran menurutnya merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kedekatan dengan keluarga besar. Bagaimana tidak, dengan tinggal di lokasi yang berbeda-beda, Idul Fitri menjadi momen saat keluarganya bisa berkumpul, meskipun terkadang tidak lengkap.

Berbeda dengan Sandy, Nur Afifah memilih berwisata karena pada Lebaran tahun ini dirinya tidak bisa mudik ke kampungnya di Subang, Jawa Barat. Suaminya yang merupakan seorang teknisi mesin kapal baru bisa menyelesaikan tugasnya pada H+4 Lebaran. Belum lagi dirinya juga memiliki tiga anak yang masih kecil, sehingga sangat merepotkan kalau harus melakukan perjalanan ke Subang dengan menggunakan bus.

Ia mengajak kakak iparnya yang juga tidak mudik untuk pelesiran bersama. Berwisata juga menjadi pilihan agar anak-anaknya dapat menikmati suasana libur Lebaran tanpa harus merasa kesepian akibat tak bisa mudik.

“Kemarin Sabtu (22/4) setelah salat Ied sudah langsung silaturahmi ke tetangga. Makanya baru bisa main ke Ancol Minggu (23/4),” kata Afifah, saat dihubungi Alinea.id, Rabu (26/4).

Selain ingin memperkenalkan tempat wisata baru kepada anaknya, warga Depok itu juga ingin merasakan pengalaman baru karena dirinya juga sudah sangat lama tidak berkunjung ke objek wisata tersebut. Kata Afifah, Ancol yang sekarang sudah sangat berbeda dari sebelumnya. Rute masuk ke Ancol pun sudah tertata rapi.

Tidak hanya itu, ada pula armada gratis yang bisa memudahkan pengunjung berpindah dari satu wahana ke wahana lain. “Sebelum masuk ke sini juga ternyata udah nyambung, dari turun KRL (Kereta Rel Listrik) Jabodetabek dengan Trans Jakarta. Beda kayak sebelum-sebelumnya, semua harus jalan. Jadi berasa banget capeknya,” ujar perempuan 33 tahun itu.

Kawasan pantai Ancol dengan tiket masuk Rp25.000/orang. Dokumentasi Ancol.

Dengan integrasi itu, jelas sangat memudahkannya yang berwisata dengan tiga anak kecil. Apalagi, pada saat libur Lebaran, objek wisata yang terletak di Jakarta Utara itu jumlah pengunjungnya sangat membludak.

Melonjak drastis pascapandemi

Ramainya kantong-kantong wisata ini tidak lepas dari situasi pascapandemi. Berbeda dengan tiga tahun sebelumnya, Pemberlakuan pembatasan sosial membuat masyarakat tak bisa memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata.

Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Ariyadi Eko Nugroho mengungkapkan, animo masyarakat di Taman Impian Jaya Ancol sudah mulai meningkat sejak cuti bersama Lebaran dimulai, pada Rabu (19/4). Pada saat itu, dari catatannya sudah ada peningkatan jumlah pengunjung sekitar 25.000 orang.

Sehari setelahnya, yakni pada 20 April 2023, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 30.000 orang yang berwisata ke Pantai Ancol. Sedangkan pada 22 April dan hari H Lebaran masing-masing sebanyak 100.000 pengunjung dan 85.000 orang. 

“Pada 24 April 2023 jumlah pengunjung sudah mencapai 110.000 dan 25 April pukul 16.00 WIB itu sudah ada 74.000 orang,” beber Eko, kepada Alinea.id, Rabu (26/4).

Dari berbagai tujuan wisata di Kawasan Ancol, Pantai Ancol merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan saat libur Lebaran tahun ini. Kemudian diikuti oleh Dunia Fantasi (Dufan), Seaworld dan Samudra.

Dengan tingginya animo masyarakat, sebelumnya pada Senin (24/4), manajemen Ancol sempat menutup sementara penjualan tiket masuk, menyusul telah penuhnya kapasitas kunjungan wisatawan di objek wisata itu. Bagaimana tidak, pada pukul 16.00 WIB saja, tercatat sudah ada 100.000 pengunjung yang berada di Kawasan Wisata Ancol. Data ini merupakan yang tertinggi setelah sehari sebelumnya, Minggu (23/4) jumlah pengunjung mencapai 100.000 pada pukul 24.00 WIB.

“Penutupan ini juga kami lakukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung, seiring minat kunjungan ke Taman Impian Jaya Ancol,” jelas Eko.

Sementara itu, dengan jumlah kunjungan yang berkali lipat lebih banyak dari saat akhir pekan, yang biasanya rata-rata 25.000-30.000 pengunjung, Manajemen Ancol pun yakin jumlah pengunjung selama libur Lebaran 2023 dapat mencapai 600.000 orang. Jumlah ini, kata Eko, hanya untuk periode kunjungan 22 April-1 Mei 2023.

Objek wisata Dufan di kawasan Ancol. Dokumentasi Ancol.

“Kami menargetkan 600.000 kunjungan karena status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah dicabut oleh pemerintah. Sehingga ini bisa memberi kontribusi yang cukup besar ke tingkat kunjungan wisatawan Ancol,” lanjutnya.

Setali tiga uang dengan kunjungan wisatawan di Ancol, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul pun mencatat terjadinya peningkatan kunjungan wisatawan. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mencatat, pada periode 19-25 April 2023, terdapat 77.725 kunjungan di berbagai objek wisata di Gunungkidul. Dengan puncak kunjungan telah terjadi pada Senin (24/4), di mana dalam sehari kunjungan wisatawan mencapai 39.224 orang.

Sebelumnya, pada Jumat (21/4) sebanyak 3.745 orang tercatat berkunjung ke objek-objek wisata di Gunungkidul. Kemudian pada Sabtu (22/4) dan Minggu (23/4) merangkak naik menjadi 8.241 orang dan 22.515 orang.

"Jumat dan Sabtu, dimungkinkan wisatawan atau pemudik masih bersilaturahim dengan keluarga sehingga pada Minggu (23/4), jumlah wisatawan yang ke Gunungkidul meningkat drastis. Ini masih bisa bertambah,” tutur Harry, melalui sambungan telepon, kepada Alinea.id, Kamis (27/4).

Hingga akhir bulan ini, Dinas Pariwisata Gunungkidul menargetkan kunjungan wisatawan selama periode Lebaran 2023 bakal mencapai 185.000 orang. Dengan jumlah tersebut, diperkirakan dapat memberikan kontribusi kepada pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp1,3 miliar.

“Sampai Selasa (25/4) pagi, PAD yang didapat dari kunjungan wisata itu sudah sebesar Rp549,2 juta. Baik PAD maupun kunjungan masih bisa bertambah. Masih ada waktu hingga 30 April, dan semoga target selama libur Lebaran bisa terpenuhi," harap Harry.

Preferensi wisata masyarakat Indonesia saat libur Lebaran 2023

Pantai/Danau/Laut 64,5%
Pusat kuliner 54%
Pegunungan/Agrowisata 51,3%
Taman Rekreasi 36,5%
Desa Wisata 29,6%

Sumber: Survei yang dilakukan oleh Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kepada 832 responden pada 31 Maret-14 April 2023.

Sementara itu, dalam keterangannya kepada Alinea.id beberapa waktu lalu, Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pariwisata dan pendukung PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Maya Watono menilai, libur Idul Fitri 1444 Hijriah akan menjadi katalis kebangkitan pariwisata pascapandemi Covid-19. Tidak hanya itu, dengan perkiraan terdapat 123,8 juta orang pemudik di tahun ini, sektor transportasi pun diperkirakan akan ikut terungkit.

“Libur Lebaran kali ini merupakan Lebaran yang pertama setelah (pandemi) Covid-19. Setelah kebijakan PPKM dicabut, saya melihat tahun ini akan menjadi katalis kebangkitan pertama kali pula bagi sektor pariwisata dan transportasi,” katanya.

Hal ini pun diamini Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran. Menurutnya, titik balik kebangkitan dua sektor yang sebelumnya sempat jatuh akibat pagebluk, mulai terlihat bangkit dari naiknya kunjungan dan keterisian di hotel dan restoran selama libur Lebaran 2023. Peningkatan okupansi hotel dan restoran sudah terjadi sejak H+2 Idul Fitri. Menurutnya, berkaca dari kondisi tahun lalu, tingkat keterisian hotel pun masih akan dalam kondisi baik hingga hari keempat setelah Lebaran.

“Kami berharap bisa lebih bagus dari tahun lalu. Karena setelah hari kedua Lebaran itu biasanya pergerakan masyarakat sudah cenderung untuk melakukan perjalanan wisata. Khususnya ke destinasi wisata di dekat lokasi mudiknya,” jelas Maulana, saat dihubungi Alinea.id, Rabu (26/4).

Dari pengamatannya, keterisian hotel dan kunjungan ke restoran bervariasi dan tersebar merata, di Pulau Jawa, dengan kecenderungan tertinggi di titik-titik wisata. Selanjutnya, peningkatan okupansi juga terlihat di beberapa wilayah di Sumatera, seperti di Padang, Bukittinggi dan Lampung. Selain itu, Bali menjadi daerah lain dengan tingkat okupansi tinggi.

Pada kesempatan lain, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede bilang, naiknya minat masyarakat untuk mudik maupun berwisata didorong oleh daya beli masyarakat selama libur Lebaran yang dapat dikatakan menjadi yang tertinggi dalam periode Covid-19. Meskipun bagi masyarakat, utamanya kelas bawah masih mengalami tekanan karena ada beberapa sektor usaha seperti tekstil, garmen dan furnitur yang belum membayarkan tunjangan hari raya (THR) kepada pekerjanya.

“Perbaikan daya beli masyarakat selama periode Lebaran dipengaruhi oleh tidak adanya pembatasan kegiatan oleh pemerintah. Ditambah lagi, pemerintah juga telah mengucurkan THR kepada ASN dan swasta,” jelas Josua, kepada Alinea.id, Kamis (27/4).

Dengan bekal THR ini lah para ASN dan pekerja swasta lantas membelanjakan uangnya, salah satunya digunakan untuk berwisata. “Karena dorongan THR ini juga daya beli masyarakat kelas atas, menengah dan bawah semakin kuat,” imbuh dia.

Ekonomi bergeliat

Sementara itu, sebelumnya pemerintah memperkirakan perputaran ekonomi di sektor pariwisata selama masa libur Lebaran 2023 akan mencapai Rp240,1 triliun. Naik signifikan dari estimasi awal yang hanya senilai Rp150 triliun.
Dalam The Extended Weekly Brief with Sandi Uno di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenparekraf, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mengungkapkan, proyeksi ini didasarkan pada asumsi pengeluaran wisatawan nusantara (wisnus) yang pada periode 2019-2021 sekitar Rp1,94 juta per wisatawan.

“Nah jika proyeksi pergerakan 123,8 juta orang selama libur Lebaran 2023 maka angkanya bisa mencapai Rp240,2 triliun,” katanya, Senin (17/4) lalu.

Ihwal jumlah pemudik, ia mendasarkan prediksi lonjakan pergerakan masyarakat untuk mudik Lebaran 2023 dari survei Kementerian Perhubungan. Di mana dari hasil survei tersebut, jumlah pergerakan pemudik mengalami kenaikan 44,2% dari 85,5 juta pada 2022 lalu menjadi 123,8 juta di 2023.

Kenaikan itu menurut Sandiaga karena dua kebijakan pemerintah. Pertama, jumlah hari libur Lebaran yang diperpanjang. Kedua, relaksasi pembatasan perjalanan. “Titik yang menjadi pergerakan tertinggi adalah Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah, Sulawesi, dan Sumatera, dengan dominasi masih menggunakan kendaraan pribadi,” ungkap dia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam weekly brief Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Senin (10/4/2023). YouTube Kemenparekraf.

Sementara dari 123,8 juta orang potensi pergerakan wisatawan nusantara pada masa libur Lebaran 2023 sebanyak 22% di antaranya menggunakan mobil pribadi disusul pengguna sepeda motor 20,3%, bus 18,39%, dan kereta api jarak jauh 11,69% kemudian sisanya pesawat dan kapal laut.

Sebelumnya, Kemenparekraf melalui Deputi Bidang Kebijakan Strategis juga telah melakukan survei lapangan ke beberapa lokus yang menjadi titik pergerakan mudik, yaitu Pulau Jawa terutama Jawa Tengah dan Jawa Barat (Cirebon), Sulawesi terutama Makassar, Lampung, dan Sumatera khususnya di daerah sekitar Kota Padang, sebagai jalur utama arus mudik untuk perwakilan wilayah barat tengah dan timur. Dari lima daerah asal perjalanan terbanyak pada Lebaran 2023 adalah Jawa Timur sebesar 17,1%, Jawa Tengah 15,1%, Jabodetabek 14,8%, Jawa Barat Non Bodebek 12,1%, dan Sumatera Utara 3,6%.  

Perkembangan keberangkatan penumpang menurut moda transportasi 2019-Februari 2023 (Juta Orang)

Periode

Angkutan Udara Domestik

Angkutan Udara Internasional

Angkutan Laut Domestik

Angkutan Kereta Api

Feb 2023

4,40

1,06

1,31

26,26

Jan 2023

4,95

1,10

1,54

29,02

Des 2022

5,28

1,08

1,68

29,82

Nov 2022

4,62

0,94

1,48

26,92

Okt 2022

4,57

0,99

1,47

27,61

Sep 2022

4,15

0,92

1,43

25,57

Agt 2022

4,28

0,82

1,55

24,29

Jul 2022

5,03

0,62

1,68

25,74

Jun 2022

4,87

0,58

1,61

23,61

Mei 2022

5,29

0,47

1,74

23,59

Apr 2022

3,76

0,29

1,37

19,71

Mar 2022

3,94

0,19

1,32

19,44

Feb 2022

2,87

0,10

1,20

13,07

Jan 2022

3,89

0,08

1,29

17,74

Des 2021

4,00

0,10

1,37

17,43

Nov 2021

3,50

0,07

1,31

15,32

Okt 2021

2,92

0,05

1,25

13,25

Sep 2021

1,97

0,05

1,16

9,57

Agt 2021

1,07

0,04

1,04

6,52

Jul 2021

1,00

0,04

1,09

5,75

Jun 2021

3,52

0,06

1,41

14,56

Mei 2021

2,44

0,04

1,31

14,86

Apr 2021

2,79

0,04

1,34

14,86

Mar 2021

2,64

0,04

1,28

14,28

Feb 2021

1,91

0,03

1,20

11,48

Jan 2021

2,34

0,05

1,26

11,90

Sumber: BPS.

"Kemudian lima daerah tujuan perjalanan terbanyak adalah Jawa Tengah sebesar 26,45%, Jawa Timur sebesar 19,87%, dan beberapa daerah lainnya," ujar Sandiaga. 

Selain itu, Kemenparekraf juga melakukan survei secara online yang dilakukan mulai 31 Maret-28 April 2023. Berdasarkan data sementara survei hingga 14 April 2023, sebanyak 77,6% responden menyatakan akan melakukan perjalanan mudik selama libur Lebaran 2023 dan 92% responden menyatakan akan berwisata selama periode libur lebaran 2023. 

“Dari survei ini kita bisa membuat kesimpulan sementara kalau semua orang ingin berwisata. Karena itu, tidak heran kalau kunjungan di tempat-tempat wisata selama libur Lebaran ini sangat ramai,” kata Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Nia Niscaya, kepada Alinea.id, Kamis (27/4).
 

img
Qonita Azzahra
Reporter
img
Kartika Runiasari
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan