sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI masih optimis pertumbuhan ekonomi 2021 berkisar 4,1%-5,1%

Kondisi tersebut tercermin pada berbagai indikator dini pada Mei 2021 yang terus membaik. 

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 17 Jun 2021 15:54 WIB
BI masih optimis pertumbuhan ekonomi 2021 berkisar 4,1%-5,1%

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku, masih optimis bahwa pertumbuhan ekonomi pada 2021 sesuai dengan perkiraan BI di kisaran 4,1%-5,1%. Hal itu didorong oleh perbaikan ekonomi domestik.

"Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2021 tetap sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia pada April 2021, yakni pada kisaran 4,1%-5,1%," katanya dalam video conference, Kamis (17/6).

Perbaikan perekonomian domestik berlanjut pada kuartal II-2021. Kondisi tersebut tercermin pada berbagai indikator dini pada Mei 2021 yang terus membaik. 

"Indikator konsumsi rumah tangga meningkat sesuai pola musiman Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti penjualan eceran, terutama makanan, minuman dan tembakau, serta bahan bakar kendaraan bermotor," ujarnya.

Peningkatan konsumsi rumah tangga yang dipicu HBKN tersebut membuat tingkat inflasi terjaga di level 0,32% di Mei 2021, meningkat dibandingkan inflasi April 2021 yang hanya 0,13%.

Inflasi tersebut pun lebih tinggi dari pola musiman HBKN tahun 2020 yang sebesar 0,07%, (mtm), namun lebih rendah dari rerata historis lima tahun terakhir 0,52% (mtm). 

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan inflasi IHK tercatat 1,68% (yoy), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya 1,42%, (yoy). 

Selain itu, perbaikan ekonomi domestik juga tercermin pada kinerja indikator lainnya, yaitu ekspektasi konsumen, penjualan online, dan PMI Manufaktur yang melanjutkan peningkatan hingga ke level 55,3 pada Mei 2021.

Sponsored

Dari sisi eksternal, kinerja ekspor terus meningkat, khususnya pada komoditas batu bara, besi dan baja, serta kendaraan bermotor sejalan kenaikan permintaan mitra dagang utama. 

Secara spasial, peningkatan ekspor terjadi di seluruh wilayah, terutama Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua). 

Perbaikan ekonomi juga tercermin pada kinerja beberapa sektor utama, seperti Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Konstruksi yang terus membaik. 

"Ke depan, pemulihan ekonomi domestik didorong oleh akselerasi perekonomian global, kecepatan vaksinasi, dan penguatan sinergi kebijakan, meskipun dibayangi oleh peningkatan kasus Covid-19 yang muncul pada akhir kuartal II," ucapnya.

Berita Lainnya