sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI optimis laju perekonomian 2022 tumbuh kisaran 5,0%-5,5%

Proyeksi ekonomi pada 2022 tersebut, hanya dapat dicapai dengan catatan pandemi Covid-19 dapat dikendalikan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 31 Mei 2021 17:52 WIB
BI optimis laju perekonomian 2022 tumbuh kisaran 5,0%-5,5%

Bank Indonesia (BI) memperkirakan, laju perekonomian pada 2022 akan berada di kisaran 5,0% hingga 5,5%. Hal ini sejalan dengan penurunan ketidakpastian global dan terjadinya pemulihan ekonomi nasional.

"Tahun ini pertumbuhan ekonomi 4,1%-5,1% dan dalam proyeksi kami akan meningkat menjadi 5%-5,5% di 2022," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat rapat kerja dengan Banggar DPR, Senin (31/5).

Namun demikian, Perry menekankan bahwa proyeksi ekonomi pada 2022 tersebut, hanya dapat dicapai dengan catatan pandemi Covid-19 dapat dikendalikan dan program vaksinasi dapat berjalan sesuai target.

Sebab, hanya dengan pengendalian terhadap pandemi maka mobilitas masyarakat dapat kembali pulih dan konsumsi meningkat, sehingga dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Perbaikan ekonomi membaik juga didukung ekspor yang kinerjanya bagus, dan investasi nonbangunan mengalami kenaikan dan juga implementasi UU Ciptaker juga stimulus fiskal dan moneter yang terus berlangsung," ujarnya

Dalam paparannya terlihat, bahwa kinerja ekspor mulai meningkat di kuartal I-2021. Di mana angka ekspor mencapai 6,74%, melonjak dibandingkan dengan kuartal IV-2020 yang terkontraksi 7,7%.

Sedangkan dari sisi investasi nonbangunan juga mengalami pertumbuhan positif di level 1,39% pada kuartal I-2021, setelah di kuartal IV-2020 mengalami kontraksi sebesar 8,83%.

Pemulihan ekonomi juga terlihat dari sisi eksternal, di mana neraca pembayaran Indonesia (NPI) mengalami surplus US$4,1 miliar pada kuartal I-2021. 

Sponsored

Karena itu, BI memproyeksikan bahwa transaksi berjalan akan tetap rendah sekitar 1,0%-2,0% dari PDB pada 2021 dan 2022. 

"Neraca dagang surplus terutama dipicu kenaikan ekspor, sementara impor belum meningkat karena permintaan domestik yang belum tumbuh. Ini mendukung terjaganya kinerja eksternal kita," ucapnya.

Selain itu aliran modal asing juga kembali masuk. Pada kuartal I-2021 aliran modal asing masuk mencapai US$4,9 miliar dan mendorong peningkatan cadangan devisa menjadi US$138,8 miliar di April 2021.

Kondisi ini pun, lanjutnya, mendukung langkah-langkah BI dalam melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah. Di mana diperkirakan pada tahun ini nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp14.100 hingga Rp14.600 per dolar.

"Tahun depan diperkirakan Rp14.100-14.500 per dolar. Namun, kemungkinan kenaikan tapering AS dan suku bunga The Fed perlu kita antisipasi untuk melihat yield tahun depan dan nilai tukar rupiah," kata dia.

Berita Lainnya