sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI prediksi e-commerce tumbuh Rp337 triliun pada 2021

Pertumbuhan tersebut dinilai tak lepas dari akselerasi digital ekonomi dan keuangan sejak peluncuran cetak biru sistem pembayaran pada 2019.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 05 Apr 2021 09:43 WIB
BI prediksi <i>e-commerce</i> tumbuh Rp337 triliun pada 2021
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menilai, pertumbuhan niaga elektronik (e-commerce) akan meningkat hingga Rp337 triliun pada 2021. Tahun sebelumnya hanya tumbuh Rp253 triliun.

Pertumbuhan e-commerce tersebut, menurutnya, tak terlepas dari akselerasi digital ekonomi dan keuangan sejak peluncuran cetak biru (blue print) sistem pembayaran Indonesia yang terintegrasi via Quick Response Indonesia Standard (QRIS) pada 2019. Pun disebut menjadi pengubah permainan (game changer) saat pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah, QRIS di balik pandemi ini jadi game changer. Di tengah terbatasnya mobilitas manusia, kita dapat dorong digitalisasi kita melalui QRIS bahkan sudah digunakan untuk sukseskan Gernas BBI (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia," katanya dalam webinar Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI), Senin (5/4).

Tak hanya itu, sambung Perry, akselerasi digital di dalam negeri juga mendorong peningkatan pertumbuhan uang elektronik. Pada 2020, tumbuh Rp201 triliun dan diprediksi menjadi Rp266 triliun atau tumbuh 32% pada tahun ini.

Demikian pula untuk transaksi menggunakan perbankan digital. Diperkirakan pada 2021 akan meningkat menjadi Rp32.200 triliun, setelah tahun sebelumnya hanya Rp27.000 triliun atau tumbuh 19%.

"Uang elektronik bisa naik antara Rp201 triliun pada 2020 ke Rp266 triliun atau tumbuh 32% pada 2021. Digital banking naik juga dari Rp27.000 triliun pada 2020 tumbuh 19% jadi Rp32.200 triliun," paparnya.

Perry melanjutkan, BI akan meluncurkan pembayaran cepat (fast payment) pada 2021 yang dapat dipantau secara langsung (realtime) 24 jam untuk pembayaran ritel (retail payment), menggantikan sistem kliring BI. 

"Insyaallah, ini mempercepat penyelesaian transaksi di bidang digital. Kami juga bersama industri perbankan, asosiasi mendorong digitalisasi perbankan," ujarnya.

Sponsored
Setelah mereka meniup peluit...

Setelah mereka meniup peluit...

Kamis, 22 Apr 2021 16:48 WIB
Memutus belenggu generasi sandwich

Memutus belenggu generasi sandwich

Kamis, 22 Apr 2021 14:25 WIB
Burma dan saga biksu-biksu revolusi

Burma dan saga biksu-biksu revolusi

Rabu, 21 Apr 2021 17:33 WIB
Berita Lainnya