close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi diskon tanggal kembar. Foto Freepik.
icon caption
Ilustrasi diskon tanggal kembar. Foto Freepik.
Bisnis
Minggu, 07 Juli 2024 17:57

Shopping day tanggal kembar dan 'jebakan' impulsif

Jorjoran potongan harga memotivasi masyarakat Indonesia untuk belanja.
swipe

Bayu (30) mengaku kerap memanfaatkan momen tanggal kembar untuk membeli barang yang sudah dimasukan dalam daftar atau kerap disebut cart. Kebanyakan barangnya untuk hobi maupun sesuatu yang disukainya.

Ia tidak menakar pengeluaran untuk berbelanja pada event tersebut. Hanya saja, memprioritaskan barang yang ingin dibeli. Misalnya, urgensi kebutuhan saat itu, seberapa terbatas produksi barang tersebut, serta promosi harganya.

“Jadi tergantung juga, yang pasti di awal bulan sudah siap tuh incer-incer yang sudah ada di cart atau cari lagi. Apalagi kan tanggal kembar sering di awal bulan jadi enggak jauh dari gajian,” ujarnya kepada Alinea.id, Sabtu (6/7).

Putri (29) berbelanja di tanggal kembar untuk barang-barang yang bersifat sandang, seperti pakaian kerja maupun jalan-jalan. Tidak lupa, produk skincare incaran juga masuk dalam daftarnya.

Perhitungan untuk berbelanja sudah dibatasi pada kisaran tertentu. Pastinya ia tak ingin menghabiskan gajinya untuk satu hari itu.

“Jadi kalau duit yang disisihin buat belanja masih ada sisa sih kadang masih suka nyari lainnya. Padahal kan masih bisa dipakai nabung ya,” tuturnya dengan gelak tawa.

Perilaku impulsif

Event tanggal kembar digelar e-commerce setiap bulannya dengan berbagai tawaran diskon yang menggiurkan. Dus, program promosi memainkan peran dalam meningkatkan perilaku impulsif. VP of Research Populix, Indah Tanip mengatakan jorjoran potongan harga memotivasi masyarakat Indonesia untuk belanja.

Meski banyak orang yang mengaku telah merencanakan belanjanya dengan menaruh terlebih dahulu di cart mereka, tapi itu juga masih menunjukkan perilaku pembelian impulsif. Bahkan, mungkin saja mereka sengaja menunggu program promosi tanggal kembar untuk membeli barang tersebut setelah ditaruh dalam cart.

“Banyak yang menganggap lebih menguntungkan berbelanja karena adanya diskon dan promosi yang ditawarkan,” katanya kepada Alinea.id, Sabtu (6/7).

Indah mencatat, sekitar 40% perilaku belanja secara impulsif memang didorong kebutuhan. Sementara sisanya didorong oleh faktor eksternal, baik karena promosi dari perusahaan maupun media sosial. Dari data tersebut, terlihat ada dorongan dari pasar.

Kendati demikian, momen tersebut membawa dampak positif. Yakni, menjadi peluang bagi perusahaan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan tanggal kembar dalam meningkatkan penjualan mereka.

“Masyarakat Indonesia dapat merencanakan keuangan mereka dengan membuat anggaran khusus untuk belanja, memonitor pengeluaran, serta memanfaatkan produk-produk keuangan seperti paylater secara bijak,” ujarnya.

Konselor keuangan Andreas Freddy Pieloor memandang tanggal kembar sebagai fenomena yang memancing masyarakat untuk berbelanja dan makin konsumtif. Baik produsen dan pedagang berusaha menciptakan transaksi untuk memperoleh keuntungan dengan iming-iming harga lebih murah dan ditawarkan dalam waktu terbatas. 

“Alhasil pancingan produsen dan pedagang lumayan berhasil, khususnya marketplace,” ucapnya kepada Alinea.id, Minggu (7/7).

Secara psikologis, kata Freddy, konsumen disihir dan dimanipulasi dengan tanggal bulan kembar. Tanggal kembar pun menjadi tertancap dalam pikiran bawah sadar masyarakat.

Sebagai mitigasi, Freddy mengingatkan, masyarakat perlu cerdas dan kritis dengan pikatan dan pancingan produsen atau pedagang. Misalnya dengan membatasi konsumsi sesuai kebutuhan dan tidak mengambil tabungan atau investasi masa depan.

Sebab, ujarnya, yang bisa memenangkan "pertandingan" dan "perang" psikologis ini adalah mereka yang memiliki mindset lebih dewasa atau matang. Konsumen kurang cerdas akan mudah dikalahkan oleh ahli pemasaran produsen dan pedagang.

“Siapkan dananya bila menghadapi tanggal bulan kembar. Ingat tanggal bulan kembar akan kembali setiap bulan dan setiap tahunnya. Jangan mudah tersihir dengan batas waktu yang diberikan,” kata Freddy.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan promo tanggal kembar menjadi salah satu cara bagi e-commerce untuk bisa meningkatkan pasar. Pasalnya, lokapasar masih terus memperluas pangsa pasar.

"Pemberian promo efektif untuk memperluas pasar dan menambah konsumen loyal," ujarnya.

Dia menyebut event tersebut membawa keuntungan bagi e-commerce. Transaksi ketika tanggal kembar lebih tinggi dibandingkan tanggal biasa sehingga menopang transaksi e-commerce.

"Namun yang saya belum tahu detail bagaimana dampak ke administrasi penjual. Saya mendengar ada beberapa platform e-commerce yang menaikkan biaya layanan ke penjual. Ketika meningkat tentu “biaya promo” ditanggung juga oleh penjual," ujarnya.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Satriani Ari Wulan
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan