sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Bisnis hunian vertikal terpuruk akibat Covid-19

Pasokan sekaligus penjualan hunian vertikal pada kuartal I-2020 lesu.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 09 Apr 2020 13:17 WIB
Bisnis hunian vertikal terpuruk akibat Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 22750
Dirawat 15717
Meninggal 1391
Sembuh 5642

Lembaga riset properti Colliers International Indonesia menyatakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan bisnis apartemen terpuruk. Senior Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan pasokan sekaligus penjualan hunian vertikal pada kuartal I-2020 lesu.

Colliers mencatat tidak ada tambahan pasokan apartemen pada kuartal I-2020. Adapun total pasokan apartemen strata yang tersedia mencapai 211.944 unit.

Menurut Ferry, pengembang memutuskan untuk menunda peluncuran unit baru di tengah pandemi. Apalagi, penjualan mereka pada tahun sebelumnya tidak terlalu bagus.

“Sehingga, pada kuartal I-2020, pengembang lebih fokus menjual produk yang sudah ada,” kata Ferry dalam konferensi video Colliers International Indonesia, dari Jakarta, Rabu (8/4).

Perlambatan juga terjadi pada serapan apartemen strata. Tingkat serapan apartemen pada kuartal I-2020 masih stagnan di 87,6%. Namun, sebagian apartemen kelas menengah ke bawah mengalami kenaikan permintaan karena banjir Jakarta pada Januari-Maret 2020.

Ferry memperkirakan tingkat serapan apartemen strata selama satu tahun penuh (full year) 2020 akan berada pada 85,50%. Menurut dia, investor masih wait and see terhadap Covid-19 sehingga menunda pembelian mereka sampai pandemi mereda.

"Dari tingkat serapan kami perkirakan akan menurun 1,5%-5% karena kinerja proyek yang belum selesai. Ini membuat tingkat hunian menurun," kata dia.

Lebih lanjut, Colliers memproyeksikan terjadi kemunduran dalam serah terima apartemen karena banyaknya pekerjaan konstruksi yang dihentikan pengembang akibat Covid-19.

Sponsored

"Launching produk baru juga kami perkirakan akan terbatas," ujar Ferry.

Apartemen sewa 

Sementara itu, total pasokan apartemen sewa di Jakarta mencapai 5.701 unit, sama seperti kuartal IV-2019. Colliers memperkirakan hingga akhir tahun akan ada tambahan 503 unit dari tiga proyek baru apartemen serviced.

Colliers juga mencatat tingkat serapan apartemen serviced sejak awal tahun hingga hari ini (year to date/ytd) telah menurun menjadi 61,4%, dari tahun 2019 sebesar 67,9%. Untuk diketahui, apartemen serviced adalah apartemen yang disewakan dalam jangka pendek dengan layanan seperti hotel.

Ferry mengatakan dengan kondisi seperti saat ini, penjualan apartemen serviced akan bersaing ketat dengan proyek strata. Secara ytd, rata-rata harga sewa apartemen serviced telah turun 5% di area CBD dan 2% di area non-CBD.

"Apartemen serviced ini biasanya disewa ekspatriat. Kedutaan sudah mengevakuasi stafnya dan sekolah internasional tutup sampai Agustus 2020, sehingga tarif sewa akan terus menyesuaikan," tutur dia. 

Berita Lainnya