sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BKPM bidik investasi Rp886 triliun tahun 2020

Angka ini lebih tinggi dari realisasi investasi pada 2019 yang mencapai Rp809,6 triliun.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 05 Feb 2020 17:44 WIB
BKPM bidik investasi Rp886 triliun tahun 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 59394
Dirawat 29740
Meninggal 2987
Sembuh 26667

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan pemerintah menargetkan investasi yang masuk Indonesia mencapai Rp886 triliun pada 2020. Angka ini lebih tinggi dari realisasi investasi pada 2019 yang mencapai Rp809,6 triliun.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan untuk mencapai target tersebut, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi.

"Yang harus dilakukan sekarang adalah bagaimana meningkatkan realisasi investasi, ke depan kita targetnya dikasih Bappenas Rp886 triliun," katanya di Jakarta, Rabu (5/2).  

Dia menjelaskan langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah yakni perbaikan regulasi, salah satunya dengan mengesahkan Undang-undang Omnibus Law.

Kemudian, kata Bahlil, BKPM telah menyiapkan satu platform sentral untuk pengurusan perizinan bagi investor, termasuk dalam pemberian insentif fiskal. Hal ini seiring dengan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha.

"Kemudian kita membuat satuan tugas terkait kendala lapangan. Saya tadi katakan bahwa kendala lapangan juga salah satu hambatan kenapa realisasi Investasi itu lambat," ujarnya.

Bahlil pun menuturkan investasi yang masuk ke Indonesia sangat penting untuk membuka lapangan pekerjaan, yang akhirnya bisa menggenjot perekonomian Indonesia.

"Tidak ada cara lain, investasi yang masuk harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan di tengah ekonomi global yang belum ada tanda-tanda yang menggembirakan untuk kita," ucapnya.

Sponsored

Selain itu, lanjutnya, pemerintah akan terus menggalakkan program hilirisasi sebagai substitusi impor dan meningkatkan nilai tambah produk-produk dalam negeri.

"Kita harus genjot pertumbuhan ekonomi domestik. Salah satunya adalah bagaimana melahirkan substitusi impor kemudian konsumsi kita tingkatkan dengan daya beli yang kuat," jelasnya.

 

Berita Lainnya