close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi inflasi. Foto istimewa
icon caption
Ilustrasi inflasi. Foto istimewa
Bisnis
Senin, 02 Oktober 2023 11:33

BPS sebut penyebab inflasi year on year sebesar 2,28%

Terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,28% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,44.
swipe

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi yang terjadi pada September 2023. Menurut BPS, terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,28% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,44.

"Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 5,26% dengan IHK sebesar 119,96 dan terendah terjadi di Manado dan Gorontalo masing-masing sebesar 1,16% dengan IHK masing-masing sebesar 113,96 dan 113,23," kata BPS dalam keterangan resminya, Senin (2/10). 

BPS menyebutkan, Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,17%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,98%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,26%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,97%; kelompok kesehatan sebesar 2,14%; kelompok transportasi sebesar 0,99%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,58%; kelompok pendidikan sebesar 2,08%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,40%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,68%.

Sementara tingkat inflasi month to month (m-to-m) September 2023 sebesar 0,19% dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) September 2023 sebesar 1,63%.

Di sisi lain, tingkat inflasi y-on-y komponen inti September 2023 sebesar 2,00%, inflasi m-to-m sebesar 0,12%, dan inflasi y-to-d sebesar 1,46%.

img
Hermansah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan