sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Buat cadangan likuiditas, Ultrajaya Milk terbitkan MTN

Penerbitan MTN untuk membuat cadangan likuiditas perseroan. Sebab, Ultrajaya memiliki rencana investasi dalam tiga bidang.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 10 Des 2020 12:22 WIB
Buat cadangan likuiditas, Ultrajaya Milk terbitkan MTN
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Emiten konsumer PT Ultrajaya Milk Industry Tbk. (ULTJ) telah menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp3 triliun.

Direktur Utama Ultrajaya Sabana Prawiradjaja mengatakan, penerbitan MTN untuk membuat cadangan likuiditas perseroan. Sebab, Ultrajaya memiliki rencana investasi dalam tiga bidang.

"Yaitu untuk pembuatan distribution center, pengembangan peternakan, dan pengembangan sumber pakan untuk peternakan," kata Sabana, Kamis (10/12).

Dia melanjutkan, sumber pakan peternakan yang dimiliki sendiri, maka pihaknya bisa melakukan substitusi impor pakan ternak berupa rumput (hay), yang biasanya diimpor dari Amerika Serikat dan Australia.

Dengan substitusi impor ini, Sabana meyakini perusahaan akan mampu menghemat biaya sekaligus menjaga kualitas susu dari peternakan perseroan.

"Dengan demikian kami bisa mengurangi beban-beban bahan baku produksi Ultrajaya," tutur dia.

Emiten produsen susu Ultra Milk dan Teh Kotak ini, menerbitkan MTN senilai Rp3 triliun dalam tiga seri, yaitu 370 hari, dua tahun, dan tiga tahun. Perseroan mendapatkan peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk instrumen ini.

Nilai penerbitan MTN Ultrajaya ini setara dengan 48,20% dari total ekuitas perseroan yang senilai Rp6,22 triliun per 30 Juni 2020. Dengan demikian, transaksi ini tercatat menjadi transaksi material.

Sponsored

Bertindak sebagai arranger dalam penerbitan ini adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, dan PT BCA Sekuritas. Adapun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai agen pemantau.

Berita Lainnya