close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Logo Bukalapak. Foto istimewa
icon caption
Logo Bukalapak. Foto istimewa
Bisnis
Kamis, 28 April 2022 14:19

Bukalapak mencatat laba bersih Rp14,549 miliar pada kuartal I-2022

Terutama disebabkan oleh laba nilai investasi dari PT Allo Bank Tbk. atau meningkat sebesar 4.593% dari Rp-324 miliar pada kuartal I-2021.
swipe

PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) mengumumkan kinerja keuangan untuk kuartal pertama yang berakhir pada 31 Maret 2022. 

"Bukalapak terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Di mana total processing value (TPV) selama kuartal 1-2022 (1Q22) tumbuh sebesar 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 34,1 triliun pada kuartal I-2022. Pertumbuhan TPV perseroan didukung peningkatan jumlah transaksi sebesar 34% sepanjang tiga bulan pertama di 2021 (1Q21) sampai dengan kuartal I-2022. Sebanyak 74% TPV perseroan berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, di mana penetrasi all commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukan pertumbuhan yang kuat," kata manajemen perseroan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/4).

Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan perseroan. Di mana TPV mitra pada kuartal I-2022 bertambah sebesar 78% menjadi Rp17,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi mitra terhadap TPV perseroan meningkat dari 35% pada kuartal I-2021 menjadi 51% pada kuarttal I-2022. Pertumbuhan mitra ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para mitra. Pada akhir Maret 2022, jumlah mitra yang telah terdaftar mencapai 13,1 juta, meningkat dari 11,8 juta pada akhir Desember 2021.

Pendapatan Bukalapak pada kuartal I-2022 tumbuh sebesar 86% menjadi Rp788 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya, sementara itu pendapatan mitra pada kuartal I-2022 meningkat sebesar 227% menjadi Rp472 miliar, atau naik sebesar 47% dibandingkan kuartal IV-2021. Kontribusi mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan menunjukkan peningkatan dari 34% pada kuartal I-2021 menjadi 60% pada kuartal I-2022.

Perseroan memiliki komitmen untuk fokus pada strategi agar dapat mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan beban yang baik. Pada periode kuartal I-2022, rasio beban umum dan administrasi (tidak termasuk kompensasi berbasis saham) terhadap TPV menjadi 1,0% dibandingkan dengan 1,1% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Margin kontribusi Bukalapak, yang dihitung sebagai laba kotor dikurangi beban penjualan dan pemasaran terhadap TPV, menunjukkan peningkatan dari -0,3% pada kuartal I-2021 menjadi -0,1% terhadap TPV di kuartal I-2022. Margin kontribusi marketplace Bukalapak terhadap TPV marketplace meningkat dari -0,2% di kuartal I-2021 menjadi 0,2% di kuartal I-2022, sementara margin kontribusi mitra terhadap TPV mitra membaik dari -0,5% di kuartal I-2021 menjadi -0,4% di kuartal I-2022.

Bukalapak membukukan adjusted Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (adjusted EBITDA) sebesar Rp-372 miliar pada kuartal I-2021, di mana rasio adjusted EBITDA terhadap TPV menunjukkan peningkatan dari -1,2% di kuartal I-2021 menjadi -1,1% di kuartal I-2022. 

"Selanjutnya, Bukalapak juga berhasil membukukan laba operasional sebesar Rp14,421 miliar pada kuartal I-2022, atau mengalami peningkatan sebesar 4.497% dari Rp-328 miliar pada kuartal I-2021, terutama disebabkan oleh laba nilai investasi dari PT Allo Bank Tbk. Oleh karena itu, perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp14,549 miliar pada kuartal I-2022, atau meningkat sebesar 4.593% dari Rp-324 miliar pada kuartal I-2021," kata manajemen Bukalapak.

Di samping peningkatan efisiensi yang diiringi dengan pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki permodalan yang kuat dengan posisi kas perseroan sebesar Rp20,0 triliun pada akhir Maret 2022. 

img
Hermansah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan