sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mantan calon wagub DKI ditunjuk sebagai komisaris Jakpro

Ancah dengan pengalamannya diharapkan dapat menyelesaikan tugas-tugas besar Jakpro dengan maksimal. 

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Sabtu, 26 Sep 2020 10:28 WIB
Mantan calon wagub DKI ditunjuk sebagai komisaris Jakpro
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Gubernur DKI Anies Baswedan menunjuk Nurmansjah Lubis alias Bang Ancah menjadi Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan, penunjukan politikus sekaligus mantan calon Wakil Gubernur dari PKS Nurmansjah Lubis alias Bang Ancah menjadi Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro) oleh Gubernur DKI Anies Baswedan membawa angin segar. 

Menurutnya, Ancah dengan pengalamannya dapat menyelesaikan tugas-tugas besar Jakpro dengan maksimal. 

"Semoga kehadiran Ancah menambah darah segar bagi Jakpro sehingga tugas-tugas besar yang diamanahkan ke Jakpro dan jajaran dapat tertunaikan dengan lebih maksimal, salah satunya pembangunan ITF, " kata Suhaimi di Jakarta, Sabtu (26/9).

Salah satu tugas Jakpro yang Suhaimi harapkan dapat terselesaikan adalah pembangunan fasilitas pengelolaan sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter. Gubernur DKI Anies Baswedan sudah meletakkan batu pertama alias groundbreaking pembangunan ITF Sunter pada 20 Desember 2018. Namun pembangunan tak kunjung terlaksana.

Suhaimi menilai latar belakang keilmuan serta pengalaman yang dimiliki Ancah sebagai auditor dan mantan anggota Dewan mampu membawa kemajuan untuk Jakpro. 

Diketahui, Nurmansjah Lubis juga pernah menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta dari PKS. Ia bertarung memperebutkan kursi nomor dua di Jakarta melawan Ahmad Riza Patria dari Gerindra.

Namun ia kalah dari Riza Patria dengan hanya mendapat perolehan 17 suara. Sedangkan Riza mendapat perolehan suara sebanyak 81 dari 100 dewan yang memberikan hak suaranya. Sedangkan dua suara tidak sah.

Sponsored
Berita Lainnya