sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China pemasok barang impor terbesar ke Indonesia sepanjang 2019

China berkontribusi memasok 29,95% dari total barang impor ke Indonesia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 15 Jan 2020 14:39 WIB
China pemasok barang impor terbesar ke Indonesia sepanjang 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 266845
Dirawat 60431
Meninggal 10218
Sembuh 196196

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat China merupakan negara pemasok barang impor terbesar ke Indonesia sepanjang Januari-Desember 2019 dengan nilai US$44,58 miliar atau berkontribusi 29,95%.

"China memasok barang impor terbesar ke Indonesia sepanjang tahun 2019," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Rabu (15/1).

Menyusul China, Jepang menjadi negara kedua terbesar pemasok barang impor ke Indonesia dengan nilai US$15,59 miliar atau 10,47%. Selanjutnya, Thailand dengan nilai impor US$9,41 miliar atau 6,32%.

"Untuk impor nonmigas dari ASEAN mencapai US$29.291 atau 19,68%. Sementara dari Uni Eropa US$12.344,5 atau 8,29%," ujar Suhariyanto.

BPS mencatat nilai impor kumulatif Januariāˆ’Desember 2019 adalah US$170,72 miliar atau turun 9,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing US$7,98 miliar atau 26,73% dan US$10 miliar atau 6,30%.

Suhariyanto memaparkan, penurunan impor migas disebabkan oleh turunnya seluruh impor komponen migas, yaitu minyak mentah US$3,45 miliar atau 37,73%, hasil minyak US$3,96 miliar atau 22,50%, dan gas US$556,9 juta atau 18,17%.

Selama dua belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada April 2019 dengan nilai mencapai US$2,235 miliar dan terendah terjadi di Maret 2019, yaitu US$1,5 miliar.

Sponsored

Sementara itu, nilai impor nonmigas tertinggi tercatat pada Juli 2019, yaitu US$13,7 miliar dan terendah di Juni 2019 dengan nilai US$9,7 miliar.

Volume impor Januariā€“Desember 2019 juga mengalami penurunan 5,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kondisi ini dipicu oleh turunnya volume impor migas 16,80% (8,26 juta ton) dan nonmigas 0,69% (849.700 ton).

Berita Lainnya
×
img