sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ekspansi digital, BNI siapkan duit Rp1,6 triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menggelontorkan duit Rp1,6 triliun untuk ekspansi digital.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 28 Agst 2019 00:55 WIB
Ekspansi digital, BNI siapkan duit Rp1,6 triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menggelontorkan duit Rp1,6 triliun untuk ekspansi digital.

Emiten perbankan BUMN itu menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk memperkuat teknologi digital. 

Direktur Treasury dan International BNI Rico Rizal Budidarmo mengatakan perseroan ingin meningkatkan bisnis mereka tanpa harus membangun terlalu banyak cabang.

"Kita akan terus berinvestasi ke arah venture capital sana. Sebab ke depan kita mesti antisipasi teknologi agar lebih efisien," kata Rico ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (27/8).

Rico pun mengatakan BNI tak membatasi investasi venture capital tersebut pada rencana organik maupun anorganik. Salah satu investasi venture capital BNI yang telah pasti ada pada LinkAja.

"Kita menyuntik modal di LinkAja itu kan investasi juga. Ke depan kita akan memperluas pangsa pasar untuk kegiatan-kegiatan berbasis teknologi," ujar Rico.

Rico melanjutkan, selama ini kekuatan BNI terletak pada segmen pinjaman korporasi. Rico mengatakan selama semester I-2019, bisnis emiten bersandi saham BBNI didominasi oleh pinjaman ke korporasi sebesar 51,9%. 

Hal ini, kata Rico, sejalan dengan strategi yang ditetapkan BNI, yaitu menjaga komposisi kredit korporasi dalam kisaran 50% hingga 55% dari total kredit. Kredit korporasi BNI tersalurkan pada korporasi swasta yang tumbuh sebesar 27,8% year on year (yoy) dan BUMN yang tumbuh 24,9% yoy. 

Sponsored

"Kita berusaha terus menerus memanfaatkan kekuatan BNI di bidang korporasi dengan payroll pegawai, atau kredit di bidang perumahan seperti mortgage buat pegawai," tutur Rico.

Untuk diketahui pada semester I-2019 BNI mencatat pertumbuhan kredit sebesar 20% yoy dari Rp457,81 triliun pada semester I-2018, menjadi Rp549,23 triliun pada semester I-2019.