sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Erick Thohir bakal pangkas eselon di Kementerian BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan mengganti seluruh deputi dan mengurangi jabatan eselon I.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 19 Nov 2019 12:51 WIB
Erick Thohir bakal pangkas eselon di Kementerian BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir baru saja memberhentikan seluruh pejabat eselon I, terdiri atas enam orang deputi dan sekretaris kementerian (Sesmen). Karena hal tersebut, posisi deputi BUMN hingga saat ini masih diisi oleh asisten deputi yang menjadi pelaksana tugas (plt). 

Staf Khusus Kementerian BUMN bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga mengatakan penetapan deputi baru itu akan ditetapkan paling lambat pada dua minggu lagi. 

“Dalam waktu seminggu, dua minggu, deputi itu sudah ada,” kata Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (19/11). 

Arya melanjutkan, nantinya juga akan ada perubahan struktur dalam BUMN karena adanya dua wakil menteri dan perampingan deputi. Dari yang awalnya 6 deputi dan 1 sesmen menjadi 3 deputi dan 1 sesmen. 

Nantinya, deputi akan ditugaskan untuk mengurusi administrasi. Sementara, posisi wakil menteri akan lebih banyak mengurusi bisnis BUMN. Kementerian BUMN pun akan memilih orang-orang yang memang kuat di bidang administrasi untuk menempati posisi deputi. 

Selain itu, Arya mengatakan akan ada satu posisi tambahan, yaitu jabatan inspektorat jenderal (Irjen). Nantinya jabatan Irjen tersebut akan berfungsi untuk pengawasan di internal BUMN. 

“Jadi, dalam waktu dua minggu akan ada 3 eselon baru, satu sesmen baru, dan satu satu irjen,” ujar Arya. 

Dalam proses penggantian deputi itu, Kementerian BUMN masih belum bisa memastikan kapan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). 

Sponsored

Sebelumnya, pada Senin kemarin (18/11) Erick Thohir merombak jajaran pejabat di lingkungan Kementerian BUMN. Hal tersebut, kata Erick, merupakan salah satu bentuk menjalankan misi Presiden Joko Widodo mengenai penciptaan birokrasi yang efektif dan efisien. 

"Untuk mengelola aset sebesar Rp8.200 triliun itu, saya perlu teamwork yang kompak, yang diisi dengan orang-orang yang bukan hanya cerdas, tetapi juga akhlak yang baik," tutur Erick.